SENI DAN DESAIN (XI IPA 1 DAN 2)

ART DECO

Art Deco adalah gaya modern dalam desain yang berkembang pada tahun 1920-an. Art Deco merupakan paduan dari berbagai unsur seperti gaya gotik yang dimodifikasi dan langgam Mesir yang diolah dengan warna cerah dan bentuk-bentuk modern yang serba geometris, gaya Art Deco dapat dijumpai pada berbagai bentuk bangunan, barang sehari-hari, pakaian, dan karya desain grafis. Pengaruh gaya ini amatlah luas dan sampai ke Indonesia pada tahun 1930-an.
Salah satu tokoh yang menerapkan gaya Art Deco adalah Dominique Willem Berety. Dominique Willem Berrety lahir di Jogjakarta, Hindia-Belanda (kini Indonesia), 20 November 1890 – meninggal di Suriah, 20 Desember 1934, adalah wartawan dan raja koran Hindia-Belanda. Ia juga direktur perusahaan pers ANETA. Dominique Willem Berretty adalah putera Dominique Auguste Leonardus Berrett’, pengusaha dan pemilik sekolah swasta keturunan Italia. Ibu DW. Berrety adalah wanita Jawa bernama Marie Salem. Pada tanggal 1 April 1917 di Batavia , Berretty mendirikan Algemeen Nieuws- en Telegraaf Agentschap (ANETA) dengan uang pinjaman. Pada masa inilah, teknik pengiriman berita viatelegraf tiba di Hindia-Belanda, yang sangat bermanfaat dalam perdagangan Nusantara-Belanda.
Pada bulan Oktober 1932-Maret 1933, Berrety membangun Villa Isola di Bandung. Villa Isola merupakan salah satu bangunan bergaya Art Deco yang cukup dikenal di Indonesia. Pembangunan Villa Isola dibantu oleh Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker.

image

Sumber : http://31.media.tumblr.com/tumblr_memb7c76HX1qz8lvuo1_1280.jpg
Villa Isola yang dulunya lebih dikenal sebagai villa Berety ini menghabiskan biaya cukup besar, yaitu sekitar 500 ribu gulden atau setara dengan 250 miliar rupiah. Villa Isola pernah menjadi tempat peristirahatan paling megah di Indonesia tahun 1954.
Setelah kematian Barretty, vila Isola sempat menjadi bagian dari Hotel Savoy Homan (hotel yang arsitekturnya juga bergaya Art Deco). Kemudian pada tahun 1954 Menteri Pendidikan Nasional yang saat itu menjabat, Dr. Yahya A. Muhaimin, mempersembahkan Vila Isola sebagai markas Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang saat itu masih bernama IKIP. Saat ini vila Isola difungsikan sebagai kantor Rektorat UPI.
Bangunan ini memiliki ciri, bentuk bangunannya geometris dan dekorasinya dalam bentuk garis-garis lengkung yang melambangkan ekspresi gerak, teknologi modern.

Sumber :
http://phylolanta.wordpress.com/2012/12/17/sudut-sudut-art-deco-dalam-sejarah-seni-dunia/
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Dominique_willem_berretty

Endah Setyo P.
Lidwina Heiditiana  K.
Dayu Raras K.

Posted from WordPress for Android

Kubisme “Les Demoiselles d’Avignon” (1907) Pablo Picasso

20081229135436!Les_Demoiselles_d'Avignon
Kubisme merupakan aliran seni yang menciptakan bentuk-bentuk abstrak dari benda 3 dimensi atau objek berbentuk geometri seperti kubus, dll. Kubisme dibagi menjadi 2, yaitu kubisme analitis dan kubisme sintetis. Kubisme analitis pada dasarnya memecah bentuk asli suatu objek menjadi kubus-kubus kecil, sedangkan kubisme sintetis mendasarkan pada pencitaan komposisi yang difokuskan pada kebersamaan objek. Dalam karya seni kubisme, suatu objek dipecah, dianalisis, dan diatur kembali dalam bentuk abstrak.

Salah satu seniman yang menganut aliran kubisme adalah Pablo Ruiz Picasso. Picasso lahir pada 25 Oktober 1881. Dia merupakan seniman yang terkenal dalam aliran kubisme dan dikenal sebagai pelukis revolusi pada abad ke-20. Dia sudah menjadi pelukis yang mahir mulai umur belasan tahun. Selama 80 tahun, dia menciptakan lebih dari 50.000 karya lukis. Pablo Picasso meninggal pada 8 April 1973 pada umur 91 tahun dan karya yang terkenal salah satunya adalah “Les Demoiselles d’Avignon” (1907).

2512474610_d90562f59e_z

Karyanya yang berjudul “Les Demoiselles d’Avignon” (1907) merupakan lukisan fenomenal. Lukisan tersebut menampilkan lima wanita bertubuh telanjang. Pekerja seks di atas panggung teater dilukiskan dengan tubuh yang terdistorsi(menyimpang) dengan wajah bertopeng yang menyeramkan. Picasso menerapkan tampilan wajah berbeda-beda pada kelima perempuan dalam lukisan. Ada yang dibuat dengan wajah bergaya sculpture (pahatan), ada pula yang berwajah perempuan gipsy, dan dua wajah dengan gaya topeng Afrika. “Les Demoiselles d’Avignon” belum dikatakan sebagai karya kubisme. Akan tetapi lukisan itu menunjukkan arah yang akan diambil Picasso terhadap karya seninya, yaitu kubisme.

Sumber :
http://www.satulingkar.com/detail/read/8/785/fase-kubisme-picasso-dan-braque#sthash.cLGHGDVU.dpuf
http://savatier.blog.lemonde.fr/2008/06/11/picasso-et-les-demoiselles-davignon/
http://www.flickr.com/photos/ogil/

Oleh :
Anggi Novitasari
Dancita Novianti
Isabella RMD

GAYA MEMPHIS
Memphis adalah sebuah pergerakan desain dan arsitektur yang produknya dikenal karena tidak teratur, tidak logis, avant-garde dan gaya yang tidak tetap. Memphis merupakan salah satu design modern yang menyebut dirinya sebagai “New International Style”. Di akhir tahun 80-an dan awal 90-an, ditemukan konsep tentang desain yang memisahkan antara desain untuk kebutuhan dan desain untuk daur ulang yang dibuat dengan tujuan agar terlihat berbeda dan menonjol dibandingkan gaya yang lain. Hal ini lah yang menyebabkan Ettore Sottsass, JR pada tahun 1981 memisahkan diri dan membentuk kelompok Memphis bersama sebuah kelompok internasional arsitek muda dan desainer. Kelompok ini menghasilkan desain furnitur, perlengkapan lampu dan keramik.

ettore
Ettore Sottsass lahir pada 14 September 1917 di Innsbruck, Austria, dan dibesarkan di Milan. Dia adalah seorang arsitek Italia dan desainer dari akhir abad ke-20. Desain nya termasuk furniture, perhiasan, kaca, pencahayaan dan desain mesin-mesin kantor. Ia menjalani pendidikan di Politecnico di Torino di Turin dan lulus tahun 1939 dengan gelar arsitektur. Pada tahun 1948, ia mendirikan arsitektur dan industri desain studio sendiri di Milan.

the totem
The totem “Carleton” atau pembatas ruangan adalah sebuah contoh luar biasa dari desain Memphis. Pengerjaannya halus , terbuat dari laminasi plastik murah daripada kayu halus. Warna-warnanya yang hidup dan memiliki interaksi bentuk yang acak serta banyak ruang kosong menunjukkan sifat avant -garde seni lukis dan patung. Namun, ciri khas Sottsas, yang mendasari karya ini adalah kecemerlangan permukaan yaitu sistem struktural bentuk yang tidak logis dengan segitiga sama sisi nyata dan tersirat.

Sumber :
http://www.metmuseum.org/Collections/search-the-collections/486989?rpp=20&pg=1&ao=on&ft=%22carlton%22&pos=5
http://cikningali.wordpress.com/2009/12/22/memphis-design-is-cool/
http://en.wikipedia.org/wiki/Ettore_Sottsass

1. Pambayun Indria N
2. Beril Cholif
3. Gilang Arya P
4. Rosita Meydasari L

POP MODERN
Pop Modern lahir setelah Pop Art muncul. Desain Pop Modern merupakan reaksi dan perkembangan dari seni Pop Art. Namun masih menggunakan prinsip-prinsip dari seni Pop Art. Ciri-ciri dari Pop Modern menggabungkan foto serta permainan warna yang berani, kadang disertai penggunaan simbol-simbol untuk menyampaikan pesan si pembuatnya. Desain Pop Modern sama halnya seperti Pop Art yakni tidak hanya dituangkan dalam media cetak, sablon kaos, aksesoris motor, tapi digunakan juga untuk mempercantik rumah (interior), model sofa atau kursi, bahkan emplementasi penerapan seni Pop Modern terlihat pada fashion anak muda sekarang. Jadi, dapat dikatakan seni Pop Modern berasal dari seni Pop Art.

Andy_Warhol_2_0_0_0x0_475x517
Seniman yang menganut aliran Pop Art adalah Andy Warhol, Tom Wasselman, George Segal, Yoseph Benys, Claes Oldenburg, dan Cristo, di Indonesia adalah Wedha Abdul Rasyid. Salah satunya Andy Warhol, seorang seniman yang terkenal sebagai tokoh “The Visual Art Movement” atau Gerakan Seni Rupa yaitu Seni Pop (Pop Art). Ia menjadi tenar dengan gambarnya untuk iklan sepatu di tahun 1950. Di tahun 1950 karya-karyanya mulai dipamerkan kepada masyarakat. Ia juga mulai melukis benda ikonik Amerika seperti tagihan dolar, awan jamur, kursi listrik, botol Coca Cola, Marilyn Monroe, Elvis Presley dan lain-lain selama tahun 1960. Salah satu dari karyanya adalah desain dari iklan produk Coca Cola yang dibuat pada tahun 1962.

coca-cola_andy_warhol_5_bottlesGbr. Coca Cola Andy Warhol

4

Gbr. lukisan Elvis Presley
Dalam karya seni itu Presley mengenakan pakaian ala koboi dengan membawa pistol, disampingnya terlihat bayangan penyanyi itu dalam pose yang sama. Dalam lukisan itu penggunaan warna yang mencolok dan berani terlihat jelas. Lukisan itu pertama kali dipamerkan, bersama dengan karya yang lain , di Galeri Ferus Los Angeles tahun 1963.

1 2 3
Fitur Pop Art masih digunakan saat ini dan menghasilkan seni Pop Modern yang diterapkan dalam desain cetak, untuk membuat kartu ulang tahun berwarna-warni, t-shirt desain, lencana, kalender, poster, dll.

Kelompok :
Iwan Setiawan (XI IA 1)
Ricky Aditya D.S. (XI IA 1)
Novinda Arya A. (XI IA 2)

Sumber :
http://ditaaguswahyudi200925018.student.esaunggul.ac.id/2012/12/22/20-hal-yang-tidak-anda-ketahui-tentang-pop-art-desain-grafis/
http://www.sigodangpos.com/2013/07/pengertian-pop-art.html

Surealisme

Surealisme adalah sebuah gerakan seni yang memadukan seni nyata dengan seni imajinasi pelukisnya. Pelukis surealisme tidak menggambarkan bentuk asli benda itu, namun menggambarkannya dengan imajinasi mereka.

Pelukis surealis cenderung pandai dan kreatif, karena harus kreatif memadukan hal nyata dengan alam mimpi.

Surealisme membangun dunia-dunia khayal, dunia yang tidak masuk akal yang berasal dari dunia mimpi, namun surealisme seperti sebuah dunia nyata yang tak pernah ada. Sehingga surealisme bukanlah realitas yang sesungguhnya melainkan merupakan imajinasi yang tidak nyata. Namun digambarkan secara nyata oleh pelukisnya.

Tokoh-tokoh Surealisme adalah Salvador Dali, Maxt Ernest, JonaMirod, Sudiarjo, AmangRahman, dll.

Biografi Salvador Dali

Salvador FelipJacint Dali Domenech adalah salah satu pelukis terpenting dari Spanyol. Ia dikenal lewat karya-karyanya yang surealis.

Salvador Lahir pada 11 Mei 1904, di Figueres, Spanyol. Istrinya bernama Gala Dali. Salvador Meninggal pada 23 Januari 1989, di Figueres, Spanyol. Dan Dimakamkan di Dalí Theatre and Museum, Figueres, Spanyol. Selama hidup beliau ber – Pendidikan di Real Academia de BellasArtes de San Fernando (1922–1926). Karya seni yang pernah dibuat Salvador yaitu: The Great Masturbator, The Persistence of Memory,Dll.

Salvador-Dali2

Contoh lukisan surealisme adalah Lukisan The Persistence of Memory karya Salvador Dali, dan yang selesai dibuat pada tahun 1931.

Lukisan The Persistence of Memory menyerupai pelabuhan lligat, rumah Salvador dali. Lukisan ini menggambarkan adegan jam saku yang terlepas dari rantainya laluperlahan-lahan mencair diatas batu, diatas dahan pohon dengan laut sebagai latar belakang. Jam yang digambarkan meleleh dan semut yang mengerumuni jam oranye tersebut berarti kecemasan terhadap waktu.

Lukisan ini adalah salah satu lukisan termahal dan banyak diincar para kolektor. Sekarang lukisan ini tersimpan di museum seni New York.

dllukisan the persistence of memory

Sumber :

www.Encarta Reference Library.com
www.malaikatcacat.wordpress.com

Marita Mulyaningrum          (XI IPA 2)
Arda Nadia Kumalasari        (XI IPA 2)
Ida Novia                    (XI IPA 2)

Impresionisme
Impresionisme adalah gerakan seni dari abad 19 yang dimulai dari Paris pada tahun 1860-an. Nama Impresionisme dikutip dari lukisan Claude Monet “IMPRESSION SUNRISE”. Karakteristik nama lukisan Impresionisme adalah menggunakan warna-warna yang cerah dan lembut, serta menekankan pada pencahayaan. Subjek-subjek lukisan tidak terlalu menonjol, tidak menggunakan warna hitam karena dianggap bukan cahaya, banyak mencampurkan warna cerah (selain hitam) untuk menghasilkan bayangan. Impresionisme menjadi pelopor berkembangnya aliran-aliran seni modern, seperti Post-Impresionisme, Fauvisme dan Kubisme.

411px-Paul_cezanne_1861

Salah satu seniman yang menganut aliran Impresionisme adalah “ Paul Cezanne “. Paul Cezanne lahir di Aix-en Province, 19 Januari 1839 dan meninggal pada 22 Oktober 1906. Karya-karya Paul Cezanne memperlihatkan dan menekankan pada keahlian, warna dan komposisi, serta memberi kesan yang kuat pada hasil karyanya. Karya awal Cezanne banyak menampilkan pemandangan yang dilukis secara imajinatif. Cezane lebih cenderung menggunakan warna-warna cerah untuk menampilkan hasil karya yang maksimal. Salah satu contoh hasil karya dari Paul Cezane adalah lukisan “ STILL LIFE WITH APPLES”

Still-Life-with-Apples
Sesuai dengan ciri dari gaya impresionisme, lukisan “STILL LIFE WITH APPLES” lebih menekankan pengggunakan warna cerah. Paul Cezanne memilih objek apel karena menurutnya apel memiliki kecantikan dalam hal warna, artistiknya pun menarik. Apel adalah simbol Venus dan atribut Hawa, menyimbolkan sikap penuh semangat para pemuda seperti Cezanne. Lukisan tersebut juga banyak mencampurkan warna sehingga menimbulkan kesan hidup dan pencahayaan yang kuat. Dalam lukisan tersebut selain terdapat apel, juga terdapat lemon. Lemon juga memiliki warna yang cantik dan cerah. Oleh karena itu, Paul Cezanne membuat latar belakang apel dan melon dalam lukisannya tersebut.

Sumber :
http://www.arthermitage.org/Paul-Cezanne/Still-Life-with-Apples.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Impresionisme
http://id.wikipedia.org/wiki/Paul_C%C3%A9zanne

Kelompok :
Dedy Wicaksono (10) XI IPA 1
Ambarwati (03) XI IPA 2
Latifa Dahniar (19) XI IPA 2
Gusti Rahmat (15) XI IPA 2

BIO-DESAIN
Karya-karya yang muncul pada tahun 1970-an, banyak dinilai cenderung merusak lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif baru dalam merancang karya seni atau benda pakai agar lebih akrab dengan manusia dan lingkungan. Sekitar tahun 1980, Luigi Colani seorang perancang kelaihran Italia mengembangkan konsep Bio-Design dan diaplikasi pada berbagai desain, seperti mobil, pesawat terbang, kamera, pakaian, rumah, dan sejumlah peralatan rumah tangga. Bio-Design yang dikembangkan Luigi Colani ini cenderung meniru karakter binatang, tumbuhan, atau segala sesuatu yang ada di alam.

f
Luigi Colani
Pada tahun 2012 Colani membuka Pameran dari karya-karyanya di Milan, Italia. Berbagai jenis konsep serta peralatan rumah tangga dipamerkan. Salah satu karyanya adalah Dolphin Airplane (Pesawat Lumba-lumba) yang didesain dengan warna & bentuk yang menyerupai lumba-lumba. Tidak hanya itu, ada juga Aero Shark yang didesain menyerupai ikan hiu. Karya-karya yang dipamerkan Colani tidak hanya berbentuk binatang tetapi juga meliputi hal-hal yang ada di alam.

e
Dolphin Airplane

d
Aero Shark

SUMBER:
http://www.designboom.com/design/luigi-colani-retrospective-biodesign-codex-show/
http://jawaposting.blogspot.com/2010/08/budaya-barat.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Luigi_Colani

M.KEMAL (XI IPA 2)
NOVAN W. (XI IPA 2)
SYAIFUL N. (XI IPA 2)

Pelaksanaan Pameran dengan tema “Kekuasaan”

Sebelum Pelaksanaan Pameran.

Mempresentasikan hasil karya kepada kelompok lain
Mulai memasang kepala boneka dengan cara di lem
Mulai menata konsep panggung,dan membuat dekorasi panggung dari sterofoam yang dibentuk menyerupai bangunan bangunan.
Mendekorasi panggung dengan mencari kain untuk kemudian ditempelkan ke trap level

IMG_3692

Memasang kain ke trap level dan mulai mendekorasi panggung
Menata boneka ke atas panggung
Membuat papan tulisan tema dan nama kelompok
Tahap finishing karya

IMG_3732

PELAKSANAAN

C

 

Tempat: Depan ruang kelas XII IPA 1 dan XII IPS 1, SMAN 1 Madiun
Waktu: 27 Januari 2014 – 15 Febuari 2014
Mengenai kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan dalam Pameran ini antara lain:
1.Hari ke 2 pameran
Pada hari ke-2 pameran papan tema dan nama kelompok kami disarankan untuk diganti ke ukuran yang lebih kecil
2.Hari ke 3 pameran
Memasang papan tulisan yang telah dibuat dari sterofoam
3.Hari ke 4 pameran
Pada hari ke 4 pameran karya kami dirusak oleh oknum yang tidak merasa puas dengan karya kami yang dianggap menyinggung mereka
4.Hari ke 8
Memindah karya ke depan lorong utama untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan seperti kejadian telah terjadi
5.Hari ke 13
Sejumlah oknum perusak memindahkan karya ke tempat semula

E. MANFAAT

E

Manfaat yang dapat kami peroleh dari Pameran Seni Instalasi ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi Siswa/i yang tergabung dalam kelas seni rupa XII IPA 4, Mendapat pengalaman berorganisasi sehingga meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, hidup rukun, saling gotong royong untuk bekerja sama dalam mensukseskan pelaksanaan pameran seni instalasi ini
2. Meningkatkan apresiasi siswa sehingga memperoleh pengalaman baru dalam menyelenggarakan pameran karya seni instalasi,

 
3.  Mengungkapkan pendapat, gagasan, atau kritikan dari kami atas keadaan yang aktual dan faktual atau yang bersifat kontemporer yaitu langkah kecil untuk memberikan pandangan dan gagasan supaya mereka tidak berbuat seperti pada karya kami yang dengan menggunakan kekuasaan mereka, para pemegang kekuasaan tidak bertindak semena mena kepada rakyat kecil

 

Persiapan Pameran Dengan Tema “Kekuasaan”

Untuk belajar berorganisasi, melalui pameran ini siswa dituntut mampu mengelola pameran ini mulai dari tahap persiapan sampai evaluasi kegiatan pameran secara mandiri dalam satu tim dengan menyusun kepanitiaan untuk mengatur dan memperlancar jalannya pameran seni tersebut hingga kegiatan pameran selesai, konsep yang dipakai bertemakan “KEKUASAAN”

A

Pembuatan Boneka Besar : Septian,Dimas,Bogy,Darmawan
Dekorasi Panggung : Rhiezky,Aura,Herdiyan,Naufalia
Dekorasi Boneka : Wildan,Hardian,Devi

Langkah Awal

  • Membuat sketsa gambar
  • Merencanakan jadwal kerja kelompok
  • Briefing dan pemahaman konsep
  • Mulai pembuatan panggung dari bahan kardus.Kardus ini didesain untuk boneka kecil yang dimainkan oleh boneka besar. Kardus pertama kali di potong dan dilem lalu kemudian di cat warna hitam
  • Membeli busa dan membuat bentuk badan boneka besar dan tangan boneka besar
  • Pola pertama yang dibentuk adalah badan boneka dibentuk seperti tabung dengan cara dijahit
  • Untuk boneka kecil kami memakai boneka olif(boneka jadi). Lalu untuk alat untuk menggerakannya kami buat dari stik es krim dan senar untuk menggerakkan tangan dan kaki boneka

Konsultasi tentang karya kepada pembimbing.

IMG_2777

  • Kami menanyakan badan boneka dan menanyakan konsep dekorasi panggung
  • Menerapkan konsep sketsa dari pembimbing dan menyampaikan kepada teman-teman
  • Mulai membuat tangan dan merubah badan dengan menggunting bagian lengan dan mengelem badan,lalu pembuatan lengan boneka dengan ukuran lengan salah satu teman.
  • Membuat background panggung dengan konsep gambar api.
  • Membuat tangan boneka besar dan membuat pemberat boneka dari kayu yang dibentuk menurut lingkar pinggang boneka besar.
  • Mulai membuat konsep baru dekorasi panggung dengan menempelkan uang fotokopian ke seluruh bagian kardus,lalu membuat tirai panggung dengan menggunakan kawat dan kain merah yang telah dijahit.
  • Menempelkan bagian lengan ke bagian badan boneka besar

IMG_2799

Membuat rangka boneka besar dari kawat besar yang dipaku pada kayu pemberat yang sudah dibuat sebelumnya, lalu memasukkan badan boneka ke rangka dan menempelkan tangan boneka yang telah dibuat sebelumnya dengan cara di lem. Mengisi badan boneka dengan sterofoam yang di potong kecil kecil. Membuat paha dan kaki dengan cara yang sama saat membuat lengan dan tangan.
Membuat panggung baru dengan bahan sterofoam yang dicat merah dan diukur sesuai dengan trap level yang sebelumnya diambil dari aula sekolah untuk dasar panggung.

IMG_3402

IMG_3390

IMG_3386

Membuat kepala dan leher dari busa,untuk kepala bahan dari bola plastik dan busa tipis yang digunakan untuk membalut bola plastik,untuk leher menggunakan bahan yang sama untuk pembuatan badan
Wajah digambar dengan menggunakan spidol dan diupayakan mirip dengan wajah manusia asli.
Menempelkan paha dan kaki pada badan boneka,lalu mengisi dengan sterofoam,lalu mulai membuat telapak tangan dari sarung tangan yang kemudian diisi dengan busa,lalu ditempelkan ke tangan boneka.

IMG_3404

IMG_3562

Pelaksanaan Pameran dengan tema “Lunturnya Budaya Indonesia”

Pameran dilaksanakan mulai tanggal 27 Januari 2014 s.d 3 Februari 2014. Karena pameran bertempat di lorong banyak siswa/i bahkan bapak/ibu guru yang melihat hasil karya kami. Apalagi tempatnya yang menuju kantin mebuat lebih banyak orang yang melihat. Tapi sedihnya banyak orang yang masih belum mengerti makna dari karya seni kami. Melalui SENI INSTALASI “Lunturnya Budaya Indonesia” kami ingin menunjukkan bagaimana kebiasaan berpakaian orang Indonesia yang sekarang ini mulai tergerus dengan perubahan zaman dan lebih menyukai pakaian ala Barat. Dengen demikina mulai lunturlah rasa cinta terhadap pakaian dalam negeri dan rasa bangga terhadap produk dalam negeri.

ipa36

ipa34

ipa35

Persiapan Pameran SENI INSTALASI dengan tema “Lunturnya Budaya Indonesia”

Melalui SENI INSTALASI dengan tema “Lunturnya Budaya Indonesia” kami ingin menunjukkan bagaimana kebiasaan berpakaian orang Indonesia yang sekarang ini mulai tergerus dengan perubahan zaman dan lebih menyukai pakaian ala Barat. Dengen demikina mulai lunturlah rasa cinta terhadap pakaian dalam negeri dan rasa bangga terhadap produk dalam negeri.

ipa31

• Membuat desain : Lukman
• Mencetak gambar : Putri Wening, Winda, Astriana
• Peralengkapan : Edi, Intan, Rizky Aristana, Astria
• Dekorasi : Tika, Putri Maya, Yulita

Pengerjaan:
Pada hari Sabtu membahas mengenai pemantapan rancangan yang menggunakan tema Lunturnya Budaya Indonesia. Hal yang pertama dilakukan adalah pemilihan tahun untuk menunjukkan adanya kelunturan budaya di Indonesia yang ditunjukkan dengan perbedaan pakaian, yaitu tahun 1500, 1950, 1990, 2011, hingga tahun 2020 yang belum diketahui jenis pakaiannya. Dan kemudian memilih gambar untuk di edit dan membuat diskripsi dari tipa – tiap gambar.

ipa32

Pada hari Senin 13 Januari 2014 mulai mengedit gambar yang sebelumnya telah disepakati hingga selesai dan menyelesaikan diskripsi tiap – tiap gambar. Setelah gambar sudah selesai di edit, gambar dicetak dalam benner ukuran 5 x 13 m.

ipa33
Sabtu, 18 Januari 2014, setelah benner selesai dicetak kemudian dipotong sesuai dengan pola gambar orang. Dan juga memotong karton untuk penyangga benner agar kaku. Kemudian benner dan karton direkatkan dengan lem. Serta mengergaji bambu sesuai tinggi yang dibutuhkan masing – masing gambar.

PELAKSANAAN PAMERAN SENI INSTALASI “STOP ILLEGAL LOGGING”

9 Februari 2014, Dimulai pada jam 07.00 kami mulai melakukan pengerjaan akhir. Sebagian dari kami mengecat replika pohon terbesar dan sebagian mengecat pohon yang terbuat dari sterofoam. Proses pengecatan ini yang cukup membuat kelelahan mengiat besarnya replika yang dibuat . pada pukul 12.00 semua sudah selesai dicat. Sebagian beristirahat dan ada yang membuat papan yang bertuliskan “ the forest is the mother of world” dimana maksud dari kalimat itu adalah hutan sebagai ibu dunia.

Camera 360

Setelah semua selesai mulai penataan, pertama karung goni yang telah disobek diletakkan sebagai alas pasir , setalah itu pasir diratakan diatas karung goni. Karena karungnya kurang maka terpaksa pasir yang diletakkan diratakan pada lantai sekitarnya. Setelah pasir selesai diratakan , pohon dari sterofoam ditata diatas pasir. Kemudian agar terlihat hidup kami menambahkan daun kering diatasnta. Setelah selesai , papan nama yang bertuliskan “ the forest is the mother of world” diletakkan tepat didepan sendiri sehinnga dapat telihat. Sebelum pulang kami kembali memasang terpal agar nanti apabila hujan karya kami tidak basah.

Hari senin pukul 06.15, banyak siswa yang lewat disekitar tempat pameran kami . komenternya pun bermacam-macam . ada yang bilang bagus dan ada yang bilang “ kok cuma begitu saja “ . beberapa guru pun ada yang memuji, bahkan ada yang mengatakan bahwa karya kami bisa mendukung program adiwiyata.

Pada hari kamis kami mendapat laporan dari pembina kami , bahwa pasir yang dipergunakan sebagai salah satu pelengkap seni kami ternyata menjadi tempat kucing membuang hajatnya. Dan beliau mengimbau untuk segera menyelesiakan persoalan yang ada.

Hari Jum’at kami cukup prihatin karena karya kami kotor oleh abu vulkanik akibat letusan gunung kelut pada tanggal 14 Februari. Kemudian karena waktu pameran habis pada hari senin, 17 Februari kami mulai membongkar stan pameran dan membersihkannya .

Manfaat dari kegiatan kami yaitu :
1.Bagi siswa yang tergabung dalam kelas seni rupa kelas XII IPS 3 mendapat pengalaman berorganisasi sehingga meningkatkan rasa kebersamaan , kekeluargaan , hidup rukun , saling gotong royong untuk bekerja sama dalam melaksanakan pameran dengan tema penebangan liar.
2.Mempererat tali silahturahmi antar siswa dan siswi baik sekelas maupun lain kelas khususnya kelas XII IPS 3.
3.Meningkatkan apresiasi siswa sehingga memperoleh pengalaman baru dalam menyelenggarakan pameran ini.
4.Menggungkapkan gagasan dari kami atas keadaan aktual , agar semua warga SMA Negeri 1 Kota Madiun sadar bahwa alam adalah bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dimana pada saat ini hutan sebagai paru-paru kota kebanyakan telah rusak akibat penebangan liar dan perlu untuk dilestarikan .

PROSES PENGERJAAN KARYA “STOP ILLEGAL LOGGING”

Camera 360
(Rumah Deka)
2 Desember 2013
Pada hari ini setelah semua bahan terkumpul maka langkah selanjutnya adalah memotong sterofoam menjadi bentuk potongan kayu kecil , potongan sterofoam tersebut disatukan dengan menggunakan lem sterofoam , hasilnya selama 3 jam kami memperoleh 4 potongan kayu. Kayu buatan kami didiamkan sampai lemnya menempel. Salanjutnya sambil menunggu lemnya kering , kertas semen direndam kemudian diperas sampai atus. Kemudian kayu-kayu di lapisi oleh lem kayu yang telah diencerkan dengan air . kemudian baru kertas semen yang telah diperas ditempelkan pada kayu . proses penempelan kertas semen sampai semua bagian tertutup hampir sempurna .

Camera 360
17 Desember 2013
Karena sibuk dengan berbagai tugas sekolah kami baru memulai melanjutkan pekerjaan pada hari ini, memulainya dengan memotong steorfoam menjadi bentuk potongan kayu kecil , potongan sterofoam tersebut disatukan dengan menggunakan lem sterofoam , kami memperoleh 1 ukuran tanggung potongan kayu. Kayu buatan kami didiamkan sampai lemnya menempel. Salanjutnya sambil menunggu lemnya kering , kertas semen direndam kemudian diperas sampai atus. Kemudian kayu-kayu di lapisi oleh lem kayu yang telah diencerkan dengan air . kemudian baru kertas semen yang telah diperas ditempelkan pada kayu . proses penempelan kertas semen sampai semua bagian tertutup hampir sempurna . proses ini kami lakukaahn sama dengan proses pada tanggal 2 desember.

Camera 360
5 januari 2014
Pada hari ini kami mulai mengerjakan sisa dari jumlah pohon yang akan dibuat , prosenya sama dengan proses yang dilakukan pada tanggal-tanggal terdahulu yakni , memotong steorfoam menjadi bentuk potongan kayu kecil , potongan sterofoam tersebut disatukan dengan menggunakan lem sterofoam. Kayu buatan kami didiamkan sampai lemnya menempel. Salanjutnya sambil menunggu lemnya kering , kertas semen direndam kemudian diperas sampai atus. Kemudian kayu-kayu di lapisi oleh lem kayu yang telah diencerkan dengan air . kemudian baru kertas semen yang telah diperas ditempelkan pada kayu . proses penempelan kertas semen sampai semua bagian tertutup hampir sempurna.

Camera 360
10 januari 2014
Pada hari ini kami membuat kerangka pohon yang besar media yang digunakan adalah bambu, gergaji, kawat, dan tang. Mula-mula bambu yang telah dipotong sepanjang 1,5 meter disiapakan. Kemudian diikat mengunakan kawat pada bambu lain (disambung) yang hampir membentuk tabung.

Camera 360
(ruang bhima art)
17 januari 2014
Pada hari ini kami melanjutkan pengerjaan seni instalasi ini di sekolah pada jam pelajaran seni rupa. Yang kami kerjakan pada hari ini adalah menempelkan kertas semen pada kerangka pohon yang telah diangkut dari rumah Deka pada hari kamis tanggal 16 Januari. Pertama kami merendam kertas semen yang sebelumnya telah disobek menjadi 2 bagian . kemudian mengencerkan lem kayu yang dicampur air. Kertas semen yang telah direndam kemudian ditempelkan pada kerangka pohon yang sebelumnya telah diberi lem . pada tahap ini kami hanya bisa mengerjakan tidak lebih dari setengah bagian.

Camera 360
24 januari 2014
Yang kami kerjakan pada hari ini adalah Pertama kami merendam kertas semen yang sebelumnya telah disobek menjadi 2 bagian . kemudian mengencerkan lem kayu yang dicampur air. Kertas semen yang telah direndam kemudian ditempelkan pada kerangka pohon yang sebelumnya telah diberi lem. Proses ini sama dengan proses pada hari jumat sebelumnya dan kami mengerjaan ini pada saat pelajaran seni rupa.

Camera 360
31 januari 2014
Pada tanggal ini kami melakukan proses pengerjaan yang sama dengan tanggal 24 januari. Namun pada hari ini kami selesai menutup semua bagian dari keranga kayu .

PERSIAPAN PEMBUATAN KARYA SENI INSTALASI “STOP ILLEGAL LOGGING” XII IPS 3

Pada KD seni kontemporer,  kami sebagai siswa kelas XII  mendapat kewajiban untuk melaksanakan pameran instalasi sebagai syarat mutlak ketuntasan mata pelajaran kesenian.

Melalui kegiatan ini kami diharapkan mampu belajar berorganisasi dan bekerja sama dengan baik antar anggota untuk meningkatkan hasil karya, rasa dan cipta melalui kegiatan ini yaitu “Pameran Seni Instalasi”

Camera 360
Tujuan dari kegiatan Pameran Seni Instalasi ini adalah :

Memenuhi tugas  seni rupa untuk melaksanakan pameran instalasi sebagai syarat  ketuntasan mata pelajaran kesenian.

Dengan kegiatan ini kami diharapkan mampu belajar berorganisasi dan bekerja sama dengan baik antar anggota, diamana setiap siswa dituntut untuk bekerja sama dengan seluruh anggota  mulai dari tahap persiapan sampai dengan pameran selesai diadakan dengan rasa tanggung jawab pada setiap tugas yang diberikan berdasar pada susunan panitia yang telah dibentuk, untuk merancang , menyusun dan memamerkankan suatu kegiatan yang memiliki nilai-nilai keindahan .

Kami menggambil TEMA” STOP ILLEGAL LOGGING’’ adalah untuk menyadarkan umat manusia khususnya generasi muda agar lebih menjaga lingkunggan karena ‘’the forest is the mother world (hutan adalah ibu dunia ) dampak dari penebangan liar ini sangatlah besar,contohnya tanah longsor,kebakaran hutan,global worming,hilangnya rumah satwa yang berada di daerah itu.dan lain sebagainya. Harapan kami dengan adanya pameran seni instalasi ini dapat menyadarkan generasi muda agar lebih manjaga lingkungan disekitarnya.

PERSIAPAN

Rumah Deka putra jl.Kunir  / 3 November 2013, Waktu 16.00 s.d 18.30
a) Rapat pemantapan rancangan konsep
b) Pembagian tugas
Pembuat kerangka               : Deka Putra, Yogi Rizky
Penempelan kertas semen     : Deka Putra, Elang Rakadewa
Pembuatan efek kerut         : Imron Rosmat
Pewarnaan                      : Nimas Niken, Septiviani Aulia Nisa
Finishing                      : Raisky Bagus, Yohan Yudha
Pembuatan Laporan             : Rachmawati
c) Pembagian alat dan bahan
Kayu                           : Deka Putra
Bambu                          : Elang rakadewa
Jerami                         : Imron Rosmat

2. Pengumpulan alat dan bahan 4 November 2013
Alat     :
kuas, gergaji kayu, Pisau, Parang, tang, gunting
Bahan :
Kayu, Bambu, Strerofoam, Kawat, Paku, Lem sterofoam, Kertas semen, Cat, Patung burung

SEJARAH TERCIPTANYA REYOG PONOROGO

IMG_2661

Versi Ki Ageng Ketut Suryongalam (Ki Ageng Kutu)

Versi ini merupakan versi asli Reyog Ponorogo yang menceritakan tentang seorang demang yang bernama Suryongalam yang merupakan pejabat  kerajaan Majapahit pada masa Bhre Kertabumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15.Beliau menyindir rajanya yang pada saat itu lebih banyak dikendalikan oleh permaisurinya sehingga di gambarkan singo barong yang merupakan perlambang seorang raja yang di tunggangi oleh merak yang lembut sebagai perlambang permaisuri.

Ki Ageng Kutu membelot terhadap kerajaan Majapahit, ia pun melihat bahwa kekuasaan kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan dimana ia mengajar anak-anak muda seni beladiri, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan lagi kerajaan Majapahit kelak.

Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reyog, yang merupakan “sindiran” kepada Raja Bhre Kertabumi dan kerajaannya. Pagelaran Reyog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan pertunjukan Reyog.

Di dalam padepokan tersebut, Ki Ageng Kutu merenung dan berfikir, bagaimana strategi untuk melawan Majapahit yang dianggapnya meyimpang. Dalam perenungannya muncul pendapat bahwa peperangan bukanlah cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah, sehingga diciptakanlah sebuah perlawanan secara psikologis dengan membuat kritikan lewat media kesenian. Sebuah drama tari yang menggambarkan keadaan kerajaan Majapahit, dan oleh Ki Ageng Kutu disebut REYOG.

Ki Ageng Kutu sebagai tokoh warok yang dikelilingi oleh para murid – muridnya menggambarkan fungsi dan peranan sesepuh masih tetap diperlukan dan harus diperhatikan.
Pelaku dalam Drama tari tersebut adalah Singo Barong yang mengenakan bulu merak di atas kepalanya menunjukkan kecongkakan atau kesombongan sang Raja, yang terpengaruh kecantikan permaisurinya dalam menentukan kebijakan kerajaan.

Penari kuda atau Jathilan yang diperankan oleh seorang laki – laki yang lemah gemulai dan berdandan seperti wanita menggambarkan hilangnya sifat keprajuritan kerajaan Majapahit. Tarian penunggang kuda yang aneh menggambarkan ketidakjelasan peranan prajurit kerajaan, ketidak disiplinan prajurit terhadap rajanya, namun raja berusaha mengembalikan kewibawaannya kepada rakyat yang digambarkan dengan penari kuda (Jathilan) berputar – putarnya mengelilingi Sang Raja.

Seorang pujangga kerajaan digambarkan oleh Bujang Ganong yang memiliki wajah berwarna merah, mata melotot dan berhidung panjang menggambarkan orang bijaksana, bernalar panjang tetapi tidak digubris oleh Raja sehingga harus menyingkir dari kerajaan.

“Praktek Penjiksaan oleh Tentara Jepang”

Selama pendudukan Jepang di Indonesia, Jepang ingin mendapat perhatian dan dukungan dari Indonesia dengan cara mengizinkan berdirinya POETRA dan Keimin Bunka Shidoso.

Tahun 1942 berdiri PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) oleh Bung Karno, Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara dan KH Mansur. Tujuannya memperhatikan dan memperkuat perkembangan seni dan budaya. Khusus dalam seni lukis dikelola oleh S. Sudjojono dan Afandi, selanjutnya bergabung pelukis Hendara, Sudarso, Barli, Wahdi dan sebagainya. Pada tahun yang sama PUTERA berhasil memamerkan hasil lukisan dari para pelukis seniman diantaranya Basuki Abdullah, Affandi, Kartono Yudokusumo dan Nyoman Ngendon. Dan pada tahun 1944 Jepang membubarkan PUTERA setelah menyadari bahwa perkembangan PUTERA ternyata banyak menguntungkan bagi Indonesia.

Pemerintah Jepang mendirikan KEIMIN BUNKA SHIDOSO  pada tahun 1943 yang dipimpin oleh Agus Djaja,  lembaga kebudayaan dari pembentukan pemerintah Jepang yang khusus bekerja untuk mengasah ketrampilan dan memperluas wawasan kesenian bangsa Indonesia. Keimin Bunka Shidoso terdiri dari berbagai aliran seni seperti sastra, musik, tari, drama, film, dan seni murni. Organisasi ini memiliki rencana kerja yakni :

  • menyediakan tempat untuk latihan melukis bersama
  • menyediakan tempat untuk pameran bersama
  • memberikan biaya untuk pameran keliling di kota-kota besar di Indonesia, dengan menyediakan hadiah atau penghargaan untuk lukisan yang dianggap baik
  • menyelenggarakan kursus menggambar secara teknis akademis dengan pengasuh yang telah ditunjuk

Pada tahun 1945 Keimin Bunka Shidoso dibubarkan bersama dengan kemerdekaan Indonesia

Tokoh utama pada masa pendudukan Jepang di Indonesia :
· S. Soedjojono
· Basuki Abdullah
· Emiria Sunassa
· Agus Djaja Suminta
· Barli S
· Afandi
· Hendra dll

lee man fong

Sebuah Lukisan yang sangat ekspresif yang mengungkapkan kekejaman tentara jepang yang tergambar pada lukisan Lee Mang Fong yang berjudul “Praktek Penjiksaan oleh Tentara Jepang”. Dalam karya dengan teknik dasar lukisan Cina itu diperlihatkan seorang pribumi yang dipompa mulutnya sampai perutnya menggelembung oleh dua tentara Jepang. Lewat tertawanya yang kocak, tentara dalam lukisan itu sungguh menjadi cermin praktek penindasan kemanusiaan yang amat liar. Melihat karya-karya yang demikian, ternyata seni lukis Indonesia masa Jepang tetap mampu mengungkapkan jiwa zaman. Pelukis-pelukis itu tidak hanya berhenti pada euforia politik kebudayaan Jepang yang memberikan berbagai  mantra spiritualisme ketimuran

  

Cici A. R. P. XII IPA 5

Priyo Budi Utomo XII IPA 5

Zanuarto Haniffullah XII IPA 5

Nadia Sofianti XII IPS 1