Stop Rasisme

Dengan dilaksanakan pameran ini kami menggungkapkan gagasan dari kami atas keadaan aktual , agar semua warga SMA Negeri 1 Kota Madiun memahami bahwa perbedaan ras atau warna kulit bukan menjadikan suatu halangan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan antar masyarakat serta untuk menghindari perpecahan .
IMG_20140304_143427

IMG_20140307_195834

IMG_20140108_145750

Ilham Arif
Wikke S
Zulfa
Rozita C
Kumala A.K
Taskiyah Mufida
M.Sandy Arya P
Y .Cindy
Alef Kristanto
Ridho Satria

“ Human Trafficking ”

Foto-0032

1. Hari Senin, 10 Februari 2014 Dilaksanakan pameran seni. Karya kelompok kami mendapat ruang di depan kelas XII IPS 3. Pameran dilaksanakan dari jam 06.30 sampai pulang sekolah, lokasi kami sangat strategis karena lokasi pameran kami berada di jalur jalan siswa ke kantin, tempat parkir. Sehingga banyak siswa yang melihat karya kami, karena penasaran. Tanggapan yang kami dapat juga bermacam-macam, ada yang memuji, ada yang beranggapan biasa, ada pula yang beranggapan bahwa karya kami menakutkan akibat dari efek lampu dop kuning yang dipasang tepat diatas kepala manekin. Maksud dari karya seni instalasi kami adalah menggambarkan perasaan seorang wanita yang menderita, terkukung, yang dirampas haknya untuk menikmati kebebasan beraktifitas. Wanita yang dijual oleh oknum-oknum yang tidak beradab. Fenomena sangat menarik untuk kami jadikan tema seni instalasi kami, karena saat ini banyak sekali perdagangan manusia yang mayoritas objeknya atau sasarannya adalah gadis remaja. Dengan adanya seni instalasi tentang “human trafficking” ini kami mengharap pada siswa-siswi SMA Negeri 1 Madiun khususnya untuk menjaga diri dan selalu berhati-hati terhadap orang yang baru ia kenal, karena bisa berkemungkinan kalau orang tersebut seorang human trafficker.

Foto-0035

2. Hari Kamis, 13 Februari 2014
Pada hari ini ada suatu kejadian kesurupan salah seorang siswa kelas XII, banyak yang berpendapat bahwa karya kami menyeramkan dan kebetulan siswa yang kesurupan tadi menghadap pas di depan karya instalasi kami, tapi hal itu tidak membuat kami untuk mencopot karya kami, karena kami yakin karya kami tidak apa-apa.Foto-0036

3. Hari Jum’at , 14 Februari 2014
Pada hari ini bertepatan dengan hari Valentine, dan hari itu juga kota Madiun terkena dampak abu vulkanik dari letusan gunung Kelud kemarin malam. Terjadi hujan abu di seluruh kota madiun dan sekitarnya. Beruntung karya kami berada di dalam ruangan sehingga tidak rusak dan kotor terkena abu vulkanik.Foto-0038

4. Hari Minggu, 16 Februari 2014
Hari ini, anggota kelompok berkumpul di sekolah untuk membongkar pameran seni instalasi, karena minggu depan sudah waktu pameran kelas lain. Kelompok kami merasa puas dan lega karena telah melaksanakan pameran seni instalasi yang digunakan untuk penilaian KD Seni Kontemporer.Foto-0039

Surya Anggara Prima
Prelecia Dea A. R
Puri
Andika R. B
Irza Brian A.
Desita Rahma D
Nia Anindtya Z
Nizam R
Ajeng Viqi N.S

“BHINEKA TUNGGAL IKA”

LATAR BELAKANG
Indonesai merukan negara yang sangat banyak dengan suku , adat, dan bahasa. Namun akhir-akhir ini sangat banyak perpecahan di berbagai suku dan bahasa. Sebagai contoh banyak bentrokana antar suku yang dilatar belakangi oleh hal sepele.oleh sebab itu kami mencoba menggambarkan bagaimana seharusnya suku-suku di indonesia ini bisa menjadi satu dan mengedepanka semboyan “BHINEKA TUNGGAL IKA” ini menjadi satu kesatuan yang utuh melalui karya seni instalasi yang kami buat

Anggota kelompok :

Deka tri (XII IPA 5)
Simon Alexander (XII IPA 5)
Abi nugraha (XII IPA 5)
Donan haryo (XII IPA 5)
Toton aristono (XII IPA 5)
Danan jaya (XII IPA 5)
Wahyu septiana (XII IPA 5)
Sukma audiena (XII IPA 5)
Dian khansa (XII IPA 5)
Ilham hafid (XII IPS 1)
Ahmad (XII IPS 1)
Shandy (XII IPS 1)
Anggun (XII IPS 1)

Proses Pembuatan Karya Seni Instalasi

Pembuatan karya seni Instalasi ini berawal dari Tugas yang di berikan oleh  guru seni rupa di sekolah kami, pada saat itu kami di bentuk kelompok berdasarkan karya lukis instalasi, dan kami memiliki kelompok yang beranggotakan 13 orang dengan tema BHINEKA TUNGGAL IKA, setelah itu kami mulai memilih satu dari karya lukis instalasi yang kami buat, dan kami memilih karya Simon Alexander sebagai seni yang akan kami buat, dan memilih Deka tri sebagai ketua kelompok kami, dalam lukisan yang kami pilih tergambar 1 burung garuda yang dikelilingi oleh 5 suku (jawa,Sumatra,bali,Kalimantan,dan Sulawesi) di Indonesia
1
2

Hari hari berikutnya kami mulai mengerjakan karya seni Instalasi kami, dengan langkah awal untuk memulai, kami iuran dana untuk pembelian bahan-bahan yang kami perlukan dengan iuran. Salah satu kelompok kecil kami (deka,danan,ilham) mulai membeli bahan-bahan seperti : kardus, lem UHU, pemesanan Benner burung garuda dan 5 pakaian adat, bamboo ukuran 2m, kaleng bekas, karton, kertas asturo, dan kawat.

4

3

Mulai tanggal 6 januari sampai 16 februari 2014 kami mulai mengerjakan karya Instalasi ini. Dimulai dari pengguntingan dan pengelemam pada kardus dan benner, setelah itu memasangkan bambu di belakang kardus yang sudah di lem UHU pada benner, kami melakukan kegiatan ini di halaman sekolah dan dirumah danan yang sebagai tempat penyimpanan barang-barang. Setelah itu kami memasukan bambu yang telah terpasang dengan benner pada kaleng yang bersisi semen seperti gambar berikut

5

“EXPLOITASI FAUNA”

ipa2d
Dalam seni instalasi ini, kami memilih tema “EXPLOITASI FAUNA” karena semakin bertambahnya usia bumi ternyata juga masih banyak pengeksploitasi-an fauna, yang dapat mengakibatkan berkurangnya keanekaragaman fauna di Indonesia. Seni instalasi kami menceritakan tentang fauna (harimau sebagai obyek yang kami pilih) yang sedang berhadapan dengan seorang pemburu di sebuah ring yang melambangkan arena pertarungan. Dengan tujuan, agar penerus bangsa seperti kami, dapat lebih peduli lagi dengan fauna di Indonesia, karena fauna di Indonesia dapat menjadi lambang jati diri negara Indonesia.
ipa2a

ipa2b

ipa2c

ipa2e

Karya :

Debby Anggara
Desy Annisyah, Nandya Laksita
Ermayani Sholikah
Galuh Sasanti
Nadia Rizki
Puput Istika
Yuli Indra
Ardika Riadinata
Dalifa Iqbal
Yandika Fattaah

KENAKALAN REMAJA XII IPA 1 DAN XII IPA 2

ipa1

Kami berharap melalui seni instalasi ini, kami bisa menyampaikan tentang “Kenakalan Remaja”. Pada seni instalasi ini, kami menyampaikan bahwa kenakalan remaja timbul tidak hanya dikarenakan oleh remaja itu sendiri, tetapi ada faktor-faktor lain yang menyebabkan terjadinya hal tersebut, seperti kurangnya peranan pemerintah terhadap pendidikan. Karena pada saat ini masih banyak kesenjangan pendidikan antara wilayah satu dengan yang lain. Faktor selanjutnya yaitu kurangnya pengawasan dari orang tua cukup berpengaruh. Sehingga remaja mengalami kesulitan dalam penempatan diri di suatu lingkungan.
ipa1b
Tujuan kami sebagai siswa seni rupa kelas XII IPA 1 / IPA 2 dalam berkarya seni instalasi ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk memenuhi tugas yang diberikan pembina untuk melaksanakan pameran seni instalasi
2. Untuk belajar mengatur atau memanajemen barang-barang yang ada menjadi suatu hasil karya seni
3. Untuk media pengungkapan hasil karya siswa kelas XII IPA 1 / IPA 2

ipa1c

Karya :
Ageng Wahyu K. (XII IPA 1)
Aji Irsyam N.S. (XII IPA 1)
Anton Putra W. (XII IPA 1)
Fetri Nurcahyati (XII IPA 1)
Gavinda K. (XII IPA 1)
Ivan Kurnia L. (XII IPA 1)
Joeqline S.M. (XII IPA 1)
Firmanyah Aldi (XII IPA 2)
Dara (XII IPA 2)
Levinka (XII IPA 2)

Pelaksanaan Pameran dengan tema “Kekuasaan”

Sebelum Pelaksanaan Pameran.

Mempresentasikan hasil karya kepada kelompok lain
Mulai memasang kepala boneka dengan cara di lem
Mulai menata konsep panggung,dan membuat dekorasi panggung dari sterofoam yang dibentuk menyerupai bangunan bangunan.
Mendekorasi panggung dengan mencari kain untuk kemudian ditempelkan ke trap level

IMG_3692

Memasang kain ke trap level dan mulai mendekorasi panggung
Menata boneka ke atas panggung
Membuat papan tulisan tema dan nama kelompok
Tahap finishing karya

IMG_3732

PELAKSANAAN

C

 

Tempat: Depan ruang kelas XII IPA 1 dan XII IPS 1, SMAN 1 Madiun
Waktu: 27 Januari 2014 – 15 Febuari 2014
Mengenai kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan dalam Pameran ini antara lain:
1.Hari ke 2 pameran
Pada hari ke-2 pameran papan tema dan nama kelompok kami disarankan untuk diganti ke ukuran yang lebih kecil
2.Hari ke 3 pameran
Memasang papan tulisan yang telah dibuat dari sterofoam
3.Hari ke 4 pameran
Pada hari ke 4 pameran karya kami dirusak oleh oknum yang tidak merasa puas dengan karya kami yang dianggap menyinggung mereka
4.Hari ke 8
Memindah karya ke depan lorong utama untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan seperti kejadian telah terjadi
5.Hari ke 13
Sejumlah oknum perusak memindahkan karya ke tempat semula

E. MANFAAT

E

Manfaat yang dapat kami peroleh dari Pameran Seni Instalasi ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi Siswa/i yang tergabung dalam kelas seni rupa XII IPA 4, Mendapat pengalaman berorganisasi sehingga meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, hidup rukun, saling gotong royong untuk bekerja sama dalam mensukseskan pelaksanaan pameran seni instalasi ini
2. Meningkatkan apresiasi siswa sehingga memperoleh pengalaman baru dalam menyelenggarakan pameran karya seni instalasi,

 
3.  Mengungkapkan pendapat, gagasan, atau kritikan dari kami atas keadaan yang aktual dan faktual atau yang bersifat kontemporer yaitu langkah kecil untuk memberikan pandangan dan gagasan supaya mereka tidak berbuat seperti pada karya kami yang dengan menggunakan kekuasaan mereka, para pemegang kekuasaan tidak bertindak semena mena kepada rakyat kecil

 

Persiapan Pameran Dengan Tema “Kekuasaan”

Untuk belajar berorganisasi, melalui pameran ini siswa dituntut mampu mengelola pameran ini mulai dari tahap persiapan sampai evaluasi kegiatan pameran secara mandiri dalam satu tim dengan menyusun kepanitiaan untuk mengatur dan memperlancar jalannya pameran seni tersebut hingga kegiatan pameran selesai, konsep yang dipakai bertemakan “KEKUASAAN”

A

Pembuatan Boneka Besar : Septian,Dimas,Bogy,Darmawan
Dekorasi Panggung : Rhiezky,Aura,Herdiyan,Naufalia
Dekorasi Boneka : Wildan,Hardian,Devi

Langkah Awal

  • Membuat sketsa gambar
  • Merencanakan jadwal kerja kelompok
  • Briefing dan pemahaman konsep
  • Mulai pembuatan panggung dari bahan kardus.Kardus ini didesain untuk boneka kecil yang dimainkan oleh boneka besar. Kardus pertama kali di potong dan dilem lalu kemudian di cat warna hitam
  • Membeli busa dan membuat bentuk badan boneka besar dan tangan boneka besar
  • Pola pertama yang dibentuk adalah badan boneka dibentuk seperti tabung dengan cara dijahit
  • Untuk boneka kecil kami memakai boneka olif(boneka jadi). Lalu untuk alat untuk menggerakannya kami buat dari stik es krim dan senar untuk menggerakkan tangan dan kaki boneka

Konsultasi tentang karya kepada pembimbing.

IMG_2777

  • Kami menanyakan badan boneka dan menanyakan konsep dekorasi panggung
  • Menerapkan konsep sketsa dari pembimbing dan menyampaikan kepada teman-teman
  • Mulai membuat tangan dan merubah badan dengan menggunting bagian lengan dan mengelem badan,lalu pembuatan lengan boneka dengan ukuran lengan salah satu teman.
  • Membuat background panggung dengan konsep gambar api.
  • Membuat tangan boneka besar dan membuat pemberat boneka dari kayu yang dibentuk menurut lingkar pinggang boneka besar.
  • Mulai membuat konsep baru dekorasi panggung dengan menempelkan uang fotokopian ke seluruh bagian kardus,lalu membuat tirai panggung dengan menggunakan kawat dan kain merah yang telah dijahit.
  • Menempelkan bagian lengan ke bagian badan boneka besar

IMG_2799

Membuat rangka boneka besar dari kawat besar yang dipaku pada kayu pemberat yang sudah dibuat sebelumnya, lalu memasukkan badan boneka ke rangka dan menempelkan tangan boneka yang telah dibuat sebelumnya dengan cara di lem. Mengisi badan boneka dengan sterofoam yang di potong kecil kecil. Membuat paha dan kaki dengan cara yang sama saat membuat lengan dan tangan.
Membuat panggung baru dengan bahan sterofoam yang dicat merah dan diukur sesuai dengan trap level yang sebelumnya diambil dari aula sekolah untuk dasar panggung.

IMG_3402

IMG_3390

IMG_3386

Membuat kepala dan leher dari busa,untuk kepala bahan dari bola plastik dan busa tipis yang digunakan untuk membalut bola plastik,untuk leher menggunakan bahan yang sama untuk pembuatan badan
Wajah digambar dengan menggunakan spidol dan diupayakan mirip dengan wajah manusia asli.
Menempelkan paha dan kaki pada badan boneka,lalu mengisi dengan sterofoam,lalu mulai membuat telapak tangan dari sarung tangan yang kemudian diisi dengan busa,lalu ditempelkan ke tangan boneka.

IMG_3404

IMG_3562

Pelaksanaan Pameran dengan tema “Lunturnya Budaya Indonesia”

Pameran dilaksanakan mulai tanggal 27 Januari 2014 s.d 3 Februari 2014. Karena pameran bertempat di lorong banyak siswa/i bahkan bapak/ibu guru yang melihat hasil karya kami. Apalagi tempatnya yang menuju kantin mebuat lebih banyak orang yang melihat. Tapi sedihnya banyak orang yang masih belum mengerti makna dari karya seni kami. Melalui SENI INSTALASI “Lunturnya Budaya Indonesia” kami ingin menunjukkan bagaimana kebiasaan berpakaian orang Indonesia yang sekarang ini mulai tergerus dengan perubahan zaman dan lebih menyukai pakaian ala Barat. Dengen demikina mulai lunturlah rasa cinta terhadap pakaian dalam negeri dan rasa bangga terhadap produk dalam negeri.

ipa36

ipa34

ipa35

Persiapan Pameran SENI INSTALASI dengan tema “Lunturnya Budaya Indonesia”

Melalui SENI INSTALASI dengan tema “Lunturnya Budaya Indonesia” kami ingin menunjukkan bagaimana kebiasaan berpakaian orang Indonesia yang sekarang ini mulai tergerus dengan perubahan zaman dan lebih menyukai pakaian ala Barat. Dengen demikina mulai lunturlah rasa cinta terhadap pakaian dalam negeri dan rasa bangga terhadap produk dalam negeri.

ipa31

• Membuat desain : Lukman
• Mencetak gambar : Putri Wening, Winda, Astriana
• Peralengkapan : Edi, Intan, Rizky Aristana, Astria
• Dekorasi : Tika, Putri Maya, Yulita

Pengerjaan:
Pada hari Sabtu membahas mengenai pemantapan rancangan yang menggunakan tema Lunturnya Budaya Indonesia. Hal yang pertama dilakukan adalah pemilihan tahun untuk menunjukkan adanya kelunturan budaya di Indonesia yang ditunjukkan dengan perbedaan pakaian, yaitu tahun 1500, 1950, 1990, 2011, hingga tahun 2020 yang belum diketahui jenis pakaiannya. Dan kemudian memilih gambar untuk di edit dan membuat diskripsi dari tipa – tiap gambar.

ipa32

Pada hari Senin 13 Januari 2014 mulai mengedit gambar yang sebelumnya telah disepakati hingga selesai dan menyelesaikan diskripsi tiap – tiap gambar. Setelah gambar sudah selesai di edit, gambar dicetak dalam benner ukuran 5 x 13 m.

ipa33
Sabtu, 18 Januari 2014, setelah benner selesai dicetak kemudian dipotong sesuai dengan pola gambar orang. Dan juga memotong karton untuk penyangga benner agar kaku. Kemudian benner dan karton direkatkan dengan lem. Serta mengergaji bambu sesuai tinggi yang dibutuhkan masing – masing gambar.