Pelaksanaan Pameran dengan tema “Kekuasaan”

Sebelum Pelaksanaan Pameran.

Mempresentasikan hasil karya kepada kelompok lain
Mulai memasang kepala boneka dengan cara di lem
Mulai menata konsep panggung,dan membuat dekorasi panggung dari sterofoam yang dibentuk menyerupai bangunan bangunan.
Mendekorasi panggung dengan mencari kain untuk kemudian ditempelkan ke trap level

IMG_3692

Memasang kain ke trap level dan mulai mendekorasi panggung
Menata boneka ke atas panggung
Membuat papan tulisan tema dan nama kelompok
Tahap finishing karya

IMG_3732

PELAKSANAAN

C

 

Tempat: Depan ruang kelas XII IPA 1 dan XII IPS 1, SMAN 1 Madiun
Waktu: 27 Januari 2014 – 15 Febuari 2014
Mengenai kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan dalam Pameran ini antara lain:
1.Hari ke 2 pameran
Pada hari ke-2 pameran papan tema dan nama kelompok kami disarankan untuk diganti ke ukuran yang lebih kecil
2.Hari ke 3 pameran
Memasang papan tulisan yang telah dibuat dari sterofoam
3.Hari ke 4 pameran
Pada hari ke 4 pameran karya kami dirusak oleh oknum yang tidak merasa puas dengan karya kami yang dianggap menyinggung mereka
4.Hari ke 8
Memindah karya ke depan lorong utama untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan seperti kejadian telah terjadi
5.Hari ke 13
Sejumlah oknum perusak memindahkan karya ke tempat semula

E. MANFAAT

E

Manfaat yang dapat kami peroleh dari Pameran Seni Instalasi ini adalah sebagai berikut:

1. Bagi Siswa/i yang tergabung dalam kelas seni rupa XII IPA 4, Mendapat pengalaman berorganisasi sehingga meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, hidup rukun, saling gotong royong untuk bekerja sama dalam mensukseskan pelaksanaan pameran seni instalasi ini
2. Meningkatkan apresiasi siswa sehingga memperoleh pengalaman baru dalam menyelenggarakan pameran karya seni instalasi,

 
3.  Mengungkapkan pendapat, gagasan, atau kritikan dari kami atas keadaan yang aktual dan faktual atau yang bersifat kontemporer yaitu langkah kecil untuk memberikan pandangan dan gagasan supaya mereka tidak berbuat seperti pada karya kami yang dengan menggunakan kekuasaan mereka, para pemegang kekuasaan tidak bertindak semena mena kepada rakyat kecil

 

Iklan

Persiapan Pameran Dengan Tema “Kekuasaan”

Untuk belajar berorganisasi, melalui pameran ini siswa dituntut mampu mengelola pameran ini mulai dari tahap persiapan sampai evaluasi kegiatan pameran secara mandiri dalam satu tim dengan menyusun kepanitiaan untuk mengatur dan memperlancar jalannya pameran seni tersebut hingga kegiatan pameran selesai, konsep yang dipakai bertemakan “KEKUASAAN”

A

Pembuatan Boneka Besar : Septian,Dimas,Bogy,Darmawan
Dekorasi Panggung : Rhiezky,Aura,Herdiyan,Naufalia
Dekorasi Boneka : Wildan,Hardian,Devi

Langkah Awal

  • Membuat sketsa gambar
  • Merencanakan jadwal kerja kelompok
  • Briefing dan pemahaman konsep
  • Mulai pembuatan panggung dari bahan kardus.Kardus ini didesain untuk boneka kecil yang dimainkan oleh boneka besar. Kardus pertama kali di potong dan dilem lalu kemudian di cat warna hitam
  • Membeli busa dan membuat bentuk badan boneka besar dan tangan boneka besar
  • Pola pertama yang dibentuk adalah badan boneka dibentuk seperti tabung dengan cara dijahit
  • Untuk boneka kecil kami memakai boneka olif(boneka jadi). Lalu untuk alat untuk menggerakannya kami buat dari stik es krim dan senar untuk menggerakkan tangan dan kaki boneka

Konsultasi tentang karya kepada pembimbing.

IMG_2777

  • Kami menanyakan badan boneka dan menanyakan konsep dekorasi panggung
  • Menerapkan konsep sketsa dari pembimbing dan menyampaikan kepada teman-teman
  • Mulai membuat tangan dan merubah badan dengan menggunting bagian lengan dan mengelem badan,lalu pembuatan lengan boneka dengan ukuran lengan salah satu teman.
  • Membuat background panggung dengan konsep gambar api.
  • Membuat tangan boneka besar dan membuat pemberat boneka dari kayu yang dibentuk menurut lingkar pinggang boneka besar.
  • Mulai membuat konsep baru dekorasi panggung dengan menempelkan uang fotokopian ke seluruh bagian kardus,lalu membuat tirai panggung dengan menggunakan kawat dan kain merah yang telah dijahit.
  • Menempelkan bagian lengan ke bagian badan boneka besar

IMG_2799

Membuat rangka boneka besar dari kawat besar yang dipaku pada kayu pemberat yang sudah dibuat sebelumnya, lalu memasukkan badan boneka ke rangka dan menempelkan tangan boneka yang telah dibuat sebelumnya dengan cara di lem. Mengisi badan boneka dengan sterofoam yang di potong kecil kecil. Membuat paha dan kaki dengan cara yang sama saat membuat lengan dan tangan.
Membuat panggung baru dengan bahan sterofoam yang dicat merah dan diukur sesuai dengan trap level yang sebelumnya diambil dari aula sekolah untuk dasar panggung.

IMG_3402

IMG_3390

IMG_3386

Membuat kepala dan leher dari busa,untuk kepala bahan dari bola plastik dan busa tipis yang digunakan untuk membalut bola plastik,untuk leher menggunakan bahan yang sama untuk pembuatan badan
Wajah digambar dengan menggunakan spidol dan diupayakan mirip dengan wajah manusia asli.
Menempelkan paha dan kaki pada badan boneka,lalu mengisi dengan sterofoam,lalu mulai membuat telapak tangan dari sarung tangan yang kemudian diisi dengan busa,lalu ditempelkan ke tangan boneka.

IMG_3404

IMG_3562

Pelaksanaan Pameran dengan tema “Lunturnya Budaya Indonesia”

Pameran dilaksanakan mulai tanggal 27 Januari 2014 s.d 3 Februari 2014. Karena pameran bertempat di lorong banyak siswa/i bahkan bapak/ibu guru yang melihat hasil karya kami. Apalagi tempatnya yang menuju kantin mebuat lebih banyak orang yang melihat. Tapi sedihnya banyak orang yang masih belum mengerti makna dari karya seni kami. Melalui SENI INSTALASI “Lunturnya Budaya Indonesia” kami ingin menunjukkan bagaimana kebiasaan berpakaian orang Indonesia yang sekarang ini mulai tergerus dengan perubahan zaman dan lebih menyukai pakaian ala Barat. Dengen demikina mulai lunturlah rasa cinta terhadap pakaian dalam negeri dan rasa bangga terhadap produk dalam negeri.

ipa36

ipa34

ipa35

Persiapan Pameran SENI INSTALASI dengan tema “Lunturnya Budaya Indonesia”

Melalui SENI INSTALASI dengan tema “Lunturnya Budaya Indonesia” kami ingin menunjukkan bagaimana kebiasaan berpakaian orang Indonesia yang sekarang ini mulai tergerus dengan perubahan zaman dan lebih menyukai pakaian ala Barat. Dengen demikina mulai lunturlah rasa cinta terhadap pakaian dalam negeri dan rasa bangga terhadap produk dalam negeri.

ipa31

• Membuat desain : Lukman
• Mencetak gambar : Putri Wening, Winda, Astriana
• Peralengkapan : Edi, Intan, Rizky Aristana, Astria
• Dekorasi : Tika, Putri Maya, Yulita

Pengerjaan:
Pada hari Sabtu membahas mengenai pemantapan rancangan yang menggunakan tema Lunturnya Budaya Indonesia. Hal yang pertama dilakukan adalah pemilihan tahun untuk menunjukkan adanya kelunturan budaya di Indonesia yang ditunjukkan dengan perbedaan pakaian, yaitu tahun 1500, 1950, 1990, 2011, hingga tahun 2020 yang belum diketahui jenis pakaiannya. Dan kemudian memilih gambar untuk di edit dan membuat diskripsi dari tipa – tiap gambar.

ipa32

Pada hari Senin 13 Januari 2014 mulai mengedit gambar yang sebelumnya telah disepakati hingga selesai dan menyelesaikan diskripsi tiap – tiap gambar. Setelah gambar sudah selesai di edit, gambar dicetak dalam benner ukuran 5 x 13 m.

ipa33
Sabtu, 18 Januari 2014, setelah benner selesai dicetak kemudian dipotong sesuai dengan pola gambar orang. Dan juga memotong karton untuk penyangga benner agar kaku. Kemudian benner dan karton direkatkan dengan lem. Serta mengergaji bambu sesuai tinggi yang dibutuhkan masing – masing gambar.

PELAKSANAAN PAMERAN SENI INSTALASI “STOP ILLEGAL LOGGING”

9 Februari 2014, Dimulai pada jam 07.00 kami mulai melakukan pengerjaan akhir. Sebagian dari kami mengecat replika pohon terbesar dan sebagian mengecat pohon yang terbuat dari sterofoam. Proses pengecatan ini yang cukup membuat kelelahan mengiat besarnya replika yang dibuat . pada pukul 12.00 semua sudah selesai dicat. Sebagian beristirahat dan ada yang membuat papan yang bertuliskan “ the forest is the mother of world” dimana maksud dari kalimat itu adalah hutan sebagai ibu dunia.

Camera 360

Setelah semua selesai mulai penataan, pertama karung goni yang telah disobek diletakkan sebagai alas pasir , setalah itu pasir diratakan diatas karung goni. Karena karungnya kurang maka terpaksa pasir yang diletakkan diratakan pada lantai sekitarnya. Setelah pasir selesai diratakan , pohon dari sterofoam ditata diatas pasir. Kemudian agar terlihat hidup kami menambahkan daun kering diatasnta. Setelah selesai , papan nama yang bertuliskan “ the forest is the mother of world” diletakkan tepat didepan sendiri sehinnga dapat telihat. Sebelum pulang kami kembali memasang terpal agar nanti apabila hujan karya kami tidak basah.

Hari senin pukul 06.15, banyak siswa yang lewat disekitar tempat pameran kami . komenternya pun bermacam-macam . ada yang bilang bagus dan ada yang bilang “ kok cuma begitu saja “ . beberapa guru pun ada yang memuji, bahkan ada yang mengatakan bahwa karya kami bisa mendukung program adiwiyata.

Pada hari kamis kami mendapat laporan dari pembina kami , bahwa pasir yang dipergunakan sebagai salah satu pelengkap seni kami ternyata menjadi tempat kucing membuang hajatnya. Dan beliau mengimbau untuk segera menyelesiakan persoalan yang ada.

Hari Jum’at kami cukup prihatin karena karya kami kotor oleh abu vulkanik akibat letusan gunung kelut pada tanggal 14 Februari. Kemudian karena waktu pameran habis pada hari senin, 17 Februari kami mulai membongkar stan pameran dan membersihkannya .

Manfaat dari kegiatan kami yaitu :
1.Bagi siswa yang tergabung dalam kelas seni rupa kelas XII IPS 3 mendapat pengalaman berorganisasi sehingga meningkatkan rasa kebersamaan , kekeluargaan , hidup rukun , saling gotong royong untuk bekerja sama dalam melaksanakan pameran dengan tema penebangan liar.
2.Mempererat tali silahturahmi antar siswa dan siswi baik sekelas maupun lain kelas khususnya kelas XII IPS 3.
3.Meningkatkan apresiasi siswa sehingga memperoleh pengalaman baru dalam menyelenggarakan pameran ini.
4.Menggungkapkan gagasan dari kami atas keadaan aktual , agar semua warga SMA Negeri 1 Kota Madiun sadar bahwa alam adalah bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dimana pada saat ini hutan sebagai paru-paru kota kebanyakan telah rusak akibat penebangan liar dan perlu untuk dilestarikan .

PROSES PENGERJAAN KARYA “STOP ILLEGAL LOGGING”

Camera 360
(Rumah Deka)
2 Desember 2013
Pada hari ini setelah semua bahan terkumpul maka langkah selanjutnya adalah memotong sterofoam menjadi bentuk potongan kayu kecil , potongan sterofoam tersebut disatukan dengan menggunakan lem sterofoam , hasilnya selama 3 jam kami memperoleh 4 potongan kayu. Kayu buatan kami didiamkan sampai lemnya menempel. Salanjutnya sambil menunggu lemnya kering , kertas semen direndam kemudian diperas sampai atus. Kemudian kayu-kayu di lapisi oleh lem kayu yang telah diencerkan dengan air . kemudian baru kertas semen yang telah diperas ditempelkan pada kayu . proses penempelan kertas semen sampai semua bagian tertutup hampir sempurna .

Camera 360
17 Desember 2013
Karena sibuk dengan berbagai tugas sekolah kami baru memulai melanjutkan pekerjaan pada hari ini, memulainya dengan memotong steorfoam menjadi bentuk potongan kayu kecil , potongan sterofoam tersebut disatukan dengan menggunakan lem sterofoam , kami memperoleh 1 ukuran tanggung potongan kayu. Kayu buatan kami didiamkan sampai lemnya menempel. Salanjutnya sambil menunggu lemnya kering , kertas semen direndam kemudian diperas sampai atus. Kemudian kayu-kayu di lapisi oleh lem kayu yang telah diencerkan dengan air . kemudian baru kertas semen yang telah diperas ditempelkan pada kayu . proses penempelan kertas semen sampai semua bagian tertutup hampir sempurna . proses ini kami lakukaahn sama dengan proses pada tanggal 2 desember.

Camera 360
5 januari 2014
Pada hari ini kami mulai mengerjakan sisa dari jumlah pohon yang akan dibuat , prosenya sama dengan proses yang dilakukan pada tanggal-tanggal terdahulu yakni , memotong steorfoam menjadi bentuk potongan kayu kecil , potongan sterofoam tersebut disatukan dengan menggunakan lem sterofoam. Kayu buatan kami didiamkan sampai lemnya menempel. Salanjutnya sambil menunggu lemnya kering , kertas semen direndam kemudian diperas sampai atus. Kemudian kayu-kayu di lapisi oleh lem kayu yang telah diencerkan dengan air . kemudian baru kertas semen yang telah diperas ditempelkan pada kayu . proses penempelan kertas semen sampai semua bagian tertutup hampir sempurna.

Camera 360
10 januari 2014
Pada hari ini kami membuat kerangka pohon yang besar media yang digunakan adalah bambu, gergaji, kawat, dan tang. Mula-mula bambu yang telah dipotong sepanjang 1,5 meter disiapakan. Kemudian diikat mengunakan kawat pada bambu lain (disambung) yang hampir membentuk tabung.

Camera 360
(ruang bhima art)
17 januari 2014
Pada hari ini kami melanjutkan pengerjaan seni instalasi ini di sekolah pada jam pelajaran seni rupa. Yang kami kerjakan pada hari ini adalah menempelkan kertas semen pada kerangka pohon yang telah diangkut dari rumah Deka pada hari kamis tanggal 16 Januari. Pertama kami merendam kertas semen yang sebelumnya telah disobek menjadi 2 bagian . kemudian mengencerkan lem kayu yang dicampur air. Kertas semen yang telah direndam kemudian ditempelkan pada kerangka pohon yang sebelumnya telah diberi lem . pada tahap ini kami hanya bisa mengerjakan tidak lebih dari setengah bagian.

Camera 360
24 januari 2014
Yang kami kerjakan pada hari ini adalah Pertama kami merendam kertas semen yang sebelumnya telah disobek menjadi 2 bagian . kemudian mengencerkan lem kayu yang dicampur air. Kertas semen yang telah direndam kemudian ditempelkan pada kerangka pohon yang sebelumnya telah diberi lem. Proses ini sama dengan proses pada hari jumat sebelumnya dan kami mengerjaan ini pada saat pelajaran seni rupa.

Camera 360
31 januari 2014
Pada tanggal ini kami melakukan proses pengerjaan yang sama dengan tanggal 24 januari. Namun pada hari ini kami selesai menutup semua bagian dari keranga kayu .

Muhajir dengan Karya “PANEN”dalam Pameran lukisan 2013

Tepat di tanggal 24 agustus 2013 digelar pameran lukisan “Guyub Rukun Agawe Santoso” yang bertempat pada Gedung Korpri Pemkab Madiun dan diikuti oleh 40 seniman dengan kurang lebih 150 lukisan. Di hari ke 6 pemeran lukisan,  saya datang untuk menyaksikan pameran ini . Di pameran lukisan tersebut  tentu saja ada beberapa lukisan yang telah menarik hati saya, salah satunya karya  Muhajir yang berjudul Panen. Berikut identitas  lukisan tersebut :

Judul                      : panen

Ukuran                 : 150 x 100

Media                   : kanvas dan cat air

Tahun                    : 2012

2013-08-24 16.16.20

Menurut saya pada lukisan yang di bandrol dengan harga RP.5000.000,-  ini  menganut aliran realisme  karena objek utamanya terletak pada aktivitas para petani saat musim panen secara nyata atau sejujur jujurnya dan bukan penonjolan karakter keindahan alamnya saja. Jika anda amati, dengan jelas kita dapat mengikuti irama gerak dinamis dari hamparan padi yang tertiup angin yang menandakan ritme pada lukisan ini teratur atau tidak acak-acakan. Antara background dan objek lukis berupa gambar petani menimbulkan sebuah kesatuan yang estetik dan harmoni

Tetapi yang saya pertanyakan mengapa tidak ada aksentuasi lain seperti orang orangan sawah atau burung burung  menyerbu padi yang menguning itu agar terbentuk sebuah kesatuan yang dramatis dan benar benar nyata sesuai suasana pada musim panen biasanya. Tapi untuk semuanya tetap terlihat begitu apik.

Begitulah apresiasi saya mengenai lukisankarya Muhajir ini, jika ada yang berpendapat lain atau ingin menambahkan ,silahkan saja pada kolom komentar. Saya tunggu responya ,terimakasih.

 

Nia Anindita Z

BELAJAR MENGENAL REYOG PONOROGO

Reyog Ponorogo tidak hanya perlu kita kenal lewat media masa saja, akan tetapi lebih mendekat pada apa yang menjadi salah satu bagian dari Reyog tersebut perlu kita menyentuhnya agar semangat melestarikan dan mempelajari lebih dalam tentang kesenian tersebut tidak lewat omong kosong belaka atau cacian terhadap bangsa lain yang mereka juga ingin Reyog  hidup dan berkembang di wilayahnya. Banyak orang yang ngomong sangat mencintai budaya Indonesia, akan tetapi melihatnya saja belum pernah.  Untuk lebih mendekatkan dan mengenalkan budaya tradisional kita kami siswa SMA NEGERI 1 MADIUN belajar mengenal seni Reyog lewat beberapa Properti Reyog yang kami buat semampu kami, Semoga dapat menjadikan pelajaran yang sangat berharga di kemudian hari.

 

KELAS

ALL

X I

IPA 3 4