SEJARAH UKIYO-E

 150px-KitagawaUtamaro_FlowersOfEdo
Ukiyo-e adalah sebuah aliran seni cetak dari cukil kayu, yang berkembang di awal periode Edo (1600-1868) dan menjadi populer terutama di kalangan kelas menengah. Sebelum komik tercipta, masyarakat Jepang mengenal selebaran-selebaran yang dibuat menggunakan teknik Ukiyo-e.Subjek utama ukiyo-e cenderung terfokus pada kawasan prostitusi hingga teater-teater kabuki; berawal dari hanya sehelai kertas, hingga berbentuk album dan ilustrasi buku. Ukiyo-e berkembang di seantero Jepang, dan mendapatkan bentuk yang kemudian ciri khas mereka melalui dalam karya-karya yang dihasilkan di Edo (sekarang Tokyo) dari sejak tahun 1680an hingga 1850an.
Pelukis Ukiyo-e dibagi menjadi dua aliran utaman, yakni aliran Kano dan aliran Tosa. Aliran Kano sebenarnya sudah dimulai sejak zaman Muromachi, sedangkan aliran Tosa berakar pada aliran Kasuga yang sudah dimulai sejak zaman Heian. Pelukis yang diusir dari aliran Kano, mereka kemudian banyak yang bergabung dengan aliran Tosa.
150px-Yoshitoshi_Onogawa_1865
Periode Awal Ukiyo-e berlangsung sejak kebakaran besar zaman Meireki sampai zaman Horeki. bentuk awal ukiyo-e adalah lukisan asli yang digambar dengan menggunakan kuas serta lukisan hasil reproduksi teknik cukil kayu dengan tinta satu warna (hitam). Istilah “Ukiyo-e” pertama kali disebut dalam duku Koshoku Ichidai Otoko (terbitan tahun 1682) yang ditulis Ihara Saikaku. Di dalam cerita dikisahkan tentang kipas lipat bertulang dua belas yang berhiasan ukiyo-e.
Periode Akhir Ukiyo-e menunjukkan pada masa sekitar tahun 6 zaman Ansei sampai tahun 45 zaman Meiji. Lukisan ukiyo-e yang populer pada masa ini adalah genre lukisan orang asing yang disebut Yokohama-e, karena orang Jepang menaruh minat pada budaya asing yang dibawa oleh Kapal Hitam. Kepopuleran ukiyo-e akhirnya memudar akibat perkembangan fotografi dan teknik percetakan. Pelukis Ukiyo-e berusaha dengan segala macam cara untuk bertahan dari kemajuan teknologi tapi gagal. Tsukioka Yoshitoshi dikenal sebagai GrandMaster terakhir Ukiyo-e. Karya-karyanya sangat bergaya Barat dan bersentuhan halus. Dari tangannya lahir karya-karya seperti surat kabar ukiyo-e (Nishiki-e Shimbun), lukisan bertema sejarah (Rekishiga), dan lukisan bertema erotis (Fuzokuga). Prihatin dengan kemunduran Ukiyo-e, murid-muridnya disuruh untuk belajar hal-hal selain Ukiyo-e. Salah seorang murid Yoshitoshi yang bernama Kaburaki Kiyokata berhasil menjadi pelukis Jepang yang sangat terkenal.
u3
 sumber : http://www.jpf.or.id/
1. Ahmad Shidqi  XI IPA 1 (03)
2. Dedy Wicaksono  XI IPA 1 (10)
3. Himawan Widia C. XI IPA 2 (17)
4. Ricky A. XI IPA 1 (27)
5. Tonny Wahyu XI IPA 1 (30)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s