Op art (optical art) “Bridget Louise Riley”

Op art (optical art), disebut juga retinal art, yaitu corak seni lukis yang penggambarannya merupakan susunan geometris dengan pengulangan yang teratur rapi, bisa seperti papan catur. Op art, juga dikenal sebagai seni optik, yaitu gaya seni rupa yang menggunakan ilusi optik. Seni op dipengaruhi oleh hasil kerja visual yang dijalankan oleh ahli psikologi dan saintis. Tokoh-tokoh op art: Victor Vasareley, Bridget Riley, Yaacov Agam, Josef Alberf, Richard Allen, Getulio Alviani dan Tony Delap.
Ciri-ciri op art:
• Karya seni op art boleh mengelirukan pandangan mata
• Kebanyakan berbentuk geometrik
• Pemilihan garisan, warna dan bentuk dilakukan dengan berhati-hati untuk mendapat kesan yang maksimum
• Mempunyai ruang positif dan ruang negatif

Contoh Karya Optical art (Op art)

op art1

oleh : “Bridget Louise Riley”
Bridget Louise Riley adalah seorang pelukis Inggris yang merupakan penggagas op art (seni yang menggunakan ilusi optis), seni yang mengeksploitasi kekeliruan penangkapan mata manusia.
Riley mulai menyelidiki warna pada tahun 1967, tahun di mana dia menghasilkan lukisan stripe pertama. Pengenalan Riley untuk pekerjaannya warna adalah sesuatu yang sangat berhati-hati dari. Masing-masing warna mempengaruhi dan dipengaruhi oleh warna-warna sebelahnya.
Dari tahun 1967 dan seterusnya Riley semakin mulai menggunakan warna. Dia juga mulai menggunakan bentuk yang lebih stabil – garis lurus atau bergelombang vertikal yang sederhana. Posisi warna itu sendiri yang menghasilkan nuansa gerakan yang ingin sampaikan.
Setelah perjalanan ke Mesir pada awal tahun 1980, di mana ia terinspirasi oleh warna-warni hieroglif dekorasi, Riley mulai mengeksplorasi warna dan kontras. Riley menciptakan warna dia menyebutnya dengan ‘palet Mesir’. Menjelang akhir pekerjaan 1980 Riley mengalami perubahan dramatis dengan reintroduksi diagonal dalam bentuk urutan jajaran genjang digunakan untuk mengganggu dan menghidupkan garis-garis vertikal yang ditandai lukisannya sebelumnya, misalnya; biru, pirus, dan warna alternatif dengan kuning , merah dan putih.
Karya Bridget Riley bergerak semakin jauh membangun dari sensasi menimbulkan respon persepsi, dan sebaliknya menuju seni sensasi penglihatan murni, mengobati bentuk dan warna sebagai ‘identitas utama’.Unit warna diatur sesuai dengan prinsip-prinsip hubungan dan interaksi berwarna, tapi semakin dihubungkan dengan implikasi ritme, ruang dan kedalaman.
Riley mulai memasukkan unsur-unsur diagonal ‘permen’ naik dari kiri ke kanan yang melintasi vertikal, menghancurkan pesawat gambar. Pesawat warna bergantian maju dan surut, sehingga menimbulkan kontras dalam warna, nada, kepadatan dan arah.

Contoh karyanya pada tahun 1980-1981

Ermayani Sholikah Galuh Sasanti

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s