The Last Supper

Zaman Pencerahan atau yang biasa dikenal dengan sebutan zaman Renaissance adalah zaman kelahiran kembali Yunani dan Romawi di Eropa dari masa kegelapan yang amat dikuasai oleh gereja.
Ciri-ciri utama zaman Renaissance :
1. Humanisme, terdiri dari sastrawan, seniman, ahli agama atau teologi atau (ahli pidato)
2. Individualisme, lebih bekerja sendiri dan tidak membutuhkan bantuan orang lain.
3. Lepas dari agama, sebelumnya eropa dikuasai oleh gereja setelah zaman renaissance, penduduk eropa tidak menyetujui adanya otoriter gereja. Sehingga, mereka menghindar karena dianggap pelanggaran terhadap misi ketuhanan.
4. Empirismi, teori yang menyatakan bahwa semua pengetahuan didapat dengan pengalaman.
5. Rasionalisme, paham yang lebih mengutamakan akal dari pada emosi atau batin.
Gerakan masa Renaissance memberikan efek yang luar biasa untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, tapi yang paling terkenal adalah kemajuan dalam bidang seni. Seperti, tokoh Leonardo Da Vinci, Michael Angelo, dan Raphael Shanti . Leonardo adalah seorang arsitek , musisi , penulis , pematung , dan pelukis Renaissance . Karya – karyanya antara lain The Last Supper dan Monalisa .

http://www.leonardodavinci.net

Namun yang akan kita bahas di sini adalah lukisan The Last Supper . The Last Supper biasa disebut sebagai lukisan penjamuan terakhir . Lukisan yang dibuat oleh Leonardo Da Vinci ini dibuat pada tahun 1495 – 1498 . Ukurannya 450 cm x 870 cm atau sekitar 15 kaki sampai 29 kaki . Leonardo Da Vinci melukis the Last Supper pada dinding kering dengan alas diplester basah , sehingga tidak benar-benar lukisan dinding .
Pada awal 1517 lukisan mulai rusak terkelupas . Akhirnya diadakan renovasi . Renovasi pertama dicoba pada tahun 1726 oleh Michelangelo Belloti , yang mengisi bagian yang hilang dengan cat minyak kemudian dipernis . Namun perbaikan ini tidak berlangsung dengan baik . Akhirnya diadakan renovasi lain pada tahun 1770 oleh Giuuseppe Mazza . Pada akhir tahun 1970an lukisan ini sem,akin memburuk dan tidak bisa dikenali . Dari 1978 sampai 1999 Pinin Brambilla Barcilon dipanadu Proyek pemulihan dasar berusaha untuk emnstabilkan lukisan ini secara permanen
Lukisan ini mempunyai nilai lebih disamping nilai estetiknya yang begitu kaya akan keindahan . Namun juga menyimpan sejarah yang sangat berharga bagi umat Kristiani seluruh dunia .

oleh :
1. Ermayani Sholikah
2. Fetri Nurcahyati
3. Galuh Sasanti
4. Joeqline Sheila

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s