Great Wall

Di kawasan Asia Timur, Cina merupakan bangsa tertua yang mempunyai peradaban sejak 500.000 tahun yang lalu dan masih ada sampai saat ini serta kawasan tersebut telah dibangun menjadi kota yang tertata rapi sejak 5500 tahun yang lalu. Pada saat itu, Cina sudah mengenal tulisan, alat cetak, dan kertas. Selain itu, Cina juga mengenal ajaran Konghucu sejak 500SM. Ajaran ini dapat mempengaruhi kebiasaan hidup masyarakat Cina. Ajaran Konghucu (551-579SM) mengajarkan sopan santun, mengerti satu sama lain dan setia.

Pada masa 221SM, Shih Huang Ti dinobatkan menjadi kaisar Cina pertama yang menguasai Cina. Pada masa itu pula dibangun Tembok Besar yang merupakan tembok terpanjang yang pernah ada dan dibuat oleh tangan manusia itu sendiri. Tembok ini berada di Republik Rakyat Cina. Sebenarnya di daerah Cina utara sudah dibangun dinding terpisah untuk melindungi perbatasan Cina dari serangan suku-suku Asia Tengah. Selain itu, berbagai macam teori mengatakan bahwa Tembok Besar ini didirikan sebagai penanda perbatasan, batas kepemilikan lahan, dan sebagai jalur komunikasi untuk menyampaikan pesan.

Pada masa pemerintahan kaisar Shih Huang Ti, ia membangun dan memperkokoh tembok yang telah dibangun sebelumnya. Kemudian dinding-dinding tersebut dihubungkan menjadi tembok raksasa yang panjangnya mencapai 7000km yang setiap 180-270 dibuat menara pengintai . Tinggi menara pengintai tersebut 11-12m sehingga menjadi sebuah garis pertahanan. Sedangkan tinggi tembok tersebut adalag 16m serta lebar tembok 8m. Sepeninggal Shih Huang Ti, pembangunan tembok ini berhenti dan baru dilanjutkan lagi pada masa Dinasti Sui, lalu dilanjutkan lagi di masa Dinasti Ming (9abad 17M) selama 18 abad. Bagian dalam tembok berisi tanah yang bercampur dengan batu. Sedangkan bagian atasnya dibuat jalan utama untuk pasukan berkuda Tiongkok. Sehingga kubu pertahanan Tembok Besar ini dibangun menurut jalan puncak pegunungan yang ada didekatnya. Bentuk dataran yang dilaluinya sangat rumit, yaitu gurun, padang pasir, rawa dan padang rumput. Untuk menyesuaikan diri dengan berbagai bentuk topografi, pelaksanaan pembangunan Tembok Besar merupakan bentukan yang sangat istimewa. Ini semua memperlihatkan kecerdasan nenek moyang bangsa Tionghoa. Keindahan Tembok Besar terlihat pada kebesaran, kemegahan, dan kekuatan. Jika dilihat dari kejauhan, Tembok Besar yang panjang dan berkelok-kelok itu menggambarkan seekor naga api besar yang menggeliang-geliut menyusuri pegunungan.

Tembok Besar merupakan jerih payah yang dibasahi oleh keringat dan darah serta diresapi kecerdasan rakyat Cina pada masa kuno. Betapa beratnya proyek pembangunan Tembok Besar pada zaman kuno yang masih rendah tenaga memang sulit dibayangkan.

By : Amalia Tafakurniawati, Anindi Mega Erianti, Desy Annisyah Rahmani XI IPA 2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s