The Cyrus Cylinder

The Cyrus Cylinder merupakan karya seni yang terkenal pada zaman persia kuno . Karya seni ini terbuat dari tanah liat . Cyrus Cylinder berisi tulisan tentang kaisar cyrus II (559-530SM)yang menjajah babylon tahun 539SM . Karya seni ditemukan pada tahun 1879 di Amran ,Babylon .
Teks dibagian luar Cyrus Cylinder berisi tentang pemerintahan yang adil dan damai . Cyrus Cylinder merupakan objek karya seni berukuran kurang lebih 10 cm dengan lingkaran dalam 3-6 cm,The Cyrus Cylinder merupakan piagam HAM pertama di dunia . Tujuan dibuatnya The Cyrus Cylinder untuk menghormati hak-hak masyarakat persia yang mengalami penjajahan .
Peradaban persia merupakan bentuk kebudayaan yang sangat berpengaruh terhadap dunia . Hal ini nampak sejak 3000 tahun yang lalu tepatnya pada 547 SM setelah Raja Cyrus persia menaklukan wilayah medes.

Penulis: Aby Nugraha, Al Wandra Fathan, Dananjaya Wira, Deka T S, Ferdiyan Wahyu R, Priyo Budi U XI IPA 5

golden-statue-among-terracotta-warriors-in-xian

SENI RUPA CINA PURBA

“Keajaiban Makam Kerajaan Cina”

Makam Kaisar Tiongkok, Qin Shi Huang disebut-sebut sebagai salah satu penemuan arkeologi terbesar abad-20. Qin Shi Huang adalah kaisar pertama Dinasti Qin yang memimpin Tiongkok pada periode 221 SM-210 SM.

Salah satu karya munumental Kaisar Qin Shi Huang selain penyempurnaan konstruksi bangunan Tembok Besar Cina ialah makam agungnya sendiri. Makam Agung ini berbeda dengan Piramida Agung di Giza yang dibangun Fir’aun sebagai tempat peristirahatan terakhirnya. Kaisar Qin Shi Huang lebih memilih menjadikan makamnya seperti sebuah istana dengan penjagaan ribuan patung prajuritnya.

Terdapat kurang lebih 8000 patung prajurit beserta kuda-kuda perang yang berdiri berjejer di sepanjang makam. Yang lebih menarik, semua patung tersebut antara satu dengan yang lainnya mimik wajah, pakaian, model rambut, dan persenjataan tidak sama. Dan patung-patung tersebut juga dibedakan oleh pangkat kemiliteran seperti Jendral, Perwira, hingga Prajurit biasa, dan patung prajurit yang memiliki ukuran tubuh paling tinggi ialah yang berpangkat Jendral.

Patung-patung yang biasa disebut Prajurit Teraccota  ini secara keseluruhannya terbuat dari tanah liat yang dibentuk dalam cetakkan. Variasi tingginya antara 183cm-195cm, bagian kepala dibuat secara terpisah dari badan dengan tujuan agar patung-patung tersebut memiliki bentuk dan mimik wajah yang berbeda, untuk bagian mata, bibir, dan telinga dibuat secara manual dan disempurnakan dengan polesan tangan si pematung. Patung yang telah jadi kemudian dibakar agar dihasilkan konstruksi yang lebih keras dan kokoh, dan untuk finishing-nya dilakukan pengecatan pada patung-patung tersebut.

Editor : Devi Susanti, Dimas Bagas, Rhieskhy Arniansya, Satria Budi, Edy Susanto XI IPA 4