SENI DAN DESAIN (XI IPA 1 DAN 2)

ART DECO

Art Deco adalah gaya modern dalam desain yang berkembang pada tahun 1920-an. Art Deco merupakan paduan dari berbagai unsur seperti gaya gotik yang dimodifikasi dan langgam Mesir yang diolah dengan warna cerah dan bentuk-bentuk modern yang serba geometris, gaya Art Deco dapat dijumpai pada berbagai bentuk bangunan, barang sehari-hari, pakaian, dan karya desain grafis. Pengaruh gaya ini amatlah luas dan sampai ke Indonesia pada tahun 1930-an.
Salah satu tokoh yang menerapkan gaya Art Deco adalah Dominique Willem Berety. Dominique Willem Berrety lahir di Jogjakarta, Hindia-Belanda (kini Indonesia), 20 November 1890 – meninggal di Suriah, 20 Desember 1934, adalah wartawan dan raja koran Hindia-Belanda. Ia juga direktur perusahaan pers ANETA. Dominique Willem Berretty adalah putera Dominique Auguste Leonardus Berrett’, pengusaha dan pemilik sekolah swasta keturunan Italia. Ibu DW. Berrety adalah wanita Jawa bernama Marie Salem. Pada tanggal 1 April 1917 di Batavia , Berretty mendirikan Algemeen Nieuws- en Telegraaf Agentschap (ANETA) dengan uang pinjaman. Pada masa inilah, teknik pengiriman berita viatelegraf tiba di Hindia-Belanda, yang sangat bermanfaat dalam perdagangan Nusantara-Belanda.
Pada bulan Oktober 1932-Maret 1933, Berrety membangun Villa Isola di Bandung. Villa Isola merupakan salah satu bangunan bergaya Art Deco yang cukup dikenal di Indonesia. Pembangunan Villa Isola dibantu oleh Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker.

image

Sumber : http://31.media.tumblr.com/tumblr_memb7c76HX1qz8lvuo1_1280.jpg
Villa Isola yang dulunya lebih dikenal sebagai villa Berety ini menghabiskan biaya cukup besar, yaitu sekitar 500 ribu gulden atau setara dengan 250 miliar rupiah. Villa Isola pernah menjadi tempat peristirahatan paling megah di Indonesia tahun 1954.
Setelah kematian Barretty, vila Isola sempat menjadi bagian dari Hotel Savoy Homan (hotel yang arsitekturnya juga bergaya Art Deco). Kemudian pada tahun 1954 Menteri Pendidikan Nasional yang saat itu menjabat, Dr. Yahya A. Muhaimin, mempersembahkan Vila Isola sebagai markas Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang saat itu masih bernama IKIP. Saat ini vila Isola difungsikan sebagai kantor Rektorat UPI.
Bangunan ini memiliki ciri, bentuk bangunannya geometris dan dekorasinya dalam bentuk garis-garis lengkung yang melambangkan ekspresi gerak, teknologi modern.

Sumber :

http://phylolanta.wordpress.com/2012/12/17/sudut-sudut-art-deco-dalam-sejarah-seni-dunia/

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Dominique_willem_berretty

Endah Setyo P.
Lidwina Heiditiana  K.
Dayu Raras K.

Posted from WordPress for Android

Kubisme “Les Demoiselles d’Avignon” (1907) Pablo Picasso

20081229135436!Les_Demoiselles_d'Avignon
Kubisme merupakan aliran seni yang menciptakan bentuk-bentuk abstrak dari benda 3 dimensi atau objek berbentuk geometri seperti kubus, dll. Kubisme dibagi menjadi 2, yaitu kubisme analitis dan kubisme sintetis. Kubisme analitis pada dasarnya memecah bentuk asli suatu objek menjadi kubus-kubus kecil, sedangkan kubisme sintetis mendasarkan pada pencitaan komposisi yang difokuskan pada kebersamaan objek. Dalam karya seni kubisme, suatu objek dipecah, dianalisis, dan diatur kembali dalam bentuk abstrak.

Salah satu seniman yang menganut aliran kubisme adalah Pablo Ruiz Picasso. Picasso lahir pada 25 Oktober 1881. Dia merupakan seniman yang terkenal dalam aliran kubisme dan dikenal sebagai pelukis revolusi pada abad ke-20. Dia sudah menjadi pelukis yang mahir mulai umur belasan tahun. Selama 80 tahun, dia menciptakan lebih dari 50.000 karya lukis. Pablo Picasso meninggal pada 8 April 1973 pada umur 91 tahun dan karya yang terkenal salah satunya adalah “Les Demoiselles d’Avignon” (1907).

2512474610_d90562f59e_z

Karyanya yang berjudul “Les Demoiselles d’Avignon” (1907) merupakan lukisan fenomenal. Lukisan tersebut menampilkan lima wanita bertubuh telanjang. Pekerja seks di atas panggung teater dilukiskan dengan tubuh yang terdistorsi(menyimpang) dengan wajah bertopeng yang menyeramkan. Picasso menerapkan tampilan wajah berbeda-beda pada kelima perempuan dalam lukisan. Ada yang dibuat dengan wajah bergaya sculpture (pahatan), ada pula yang berwajah perempuan gipsy, dan dua wajah dengan gaya topeng Afrika. “Les Demoiselles d’Avignon” belum dikatakan sebagai karya kubisme. Akan tetapi lukisan itu menunjukkan arah yang akan diambil Picasso terhadap karya seninya, yaitu kubisme.

Sumber :

http://www.satulingkar.com/detail/read/8/785/fase-kubisme-picasso-dan-braque#sthash.cLGHGDVU.dpuf

http://savatier.blog.lemonde.fr/2008/06/11/picasso-et-les-demoiselles-davignon/

http://www.flickr.com/photos/ogil/

Oleh :
Anggi Novitasari
Dancita Novianti
Isabella RMD

GAYA MEMPHIS
Memphis adalah sebuah pergerakan desain dan arsitektur yang produknya dikenal karena tidak teratur, tidak logis, avant-garde dan gaya yang tidak tetap. Memphis merupakan salah satu design modern yang menyebut dirinya sebagai “New International Style”. Di akhir tahun 80-an dan awal 90-an, ditemukan konsep tentang desain yang memisahkan antara desain untuk kebutuhan dan desain untuk daur ulang yang dibuat dengan tujuan agar terlihat berbeda dan menonjol dibandingkan gaya yang lain. Hal ini lah yang menyebabkan Ettore Sottsass, JR pada tahun 1981 memisahkan diri dan membentuk kelompok Memphis bersama sebuah kelompok internasional arsitek muda dan desainer. Kelompok ini menghasilkan desain furnitur, perlengkapan lampu dan keramik.

ettore
Ettore Sottsass lahir pada 14 September 1917 di Innsbruck, Austria, dan dibesarkan di Milan. Dia adalah seorang arsitek Italia dan desainer dari akhir abad ke-20. Desain nya termasuk furniture, perhiasan, kaca, pencahayaan dan desain mesin-mesin kantor. Ia menjalani pendidikan di Politecnico di Torino di Turin dan lulus tahun 1939 dengan gelar arsitektur. Pada tahun 1948, ia mendirikan arsitektur dan industri desain studio sendiri di Milan.

the totem
The totem “Carleton” atau pembatas ruangan adalah sebuah contoh luar biasa dari desain Memphis. Pengerjaannya halus , terbuat dari laminasi plastik murah daripada kayu halus. Warna-warnanya yang hidup dan memiliki interaksi bentuk yang acak serta banyak ruang kosong menunjukkan sifat avant -garde seni lukis dan patung. Namun, ciri khas Sottsas, yang mendasari karya ini adalah kecemerlangan permukaan yaitu sistem struktural bentuk yang tidak logis dengan segitiga sama sisi nyata dan tersirat.

Sumber :
http://www.metmuseum.org/Collections/search-the-collections/486989?rpp=20&pg=1&ao=on&ft=%22carlton%22&pos=5
http://cikningali.wordpress.com/2009/12/22/memphis-design-is-cool/
http://en.wikipedia.org/wiki/Ettore_Sottsass

1. Pambayun Indria N
2. Beril Cholif
3. Gilang Arya P
4. Rosita Meydasari L

POP MODERN
Pop Modern lahir setelah Pop Art muncul. Desain Pop Modern merupakan reaksi dan perkembangan dari seni Pop Art. Namun masih menggunakan prinsip-prinsip dari seni Pop Art. Ciri-ciri dari Pop Modern menggabungkan foto serta permainan warna yang berani, kadang disertai penggunaan simbol-simbol untuk menyampaikan pesan si pembuatnya. Desain Pop Modern sama halnya seperti Pop Art yakni tidak hanya dituangkan dalam media cetak, sablon kaos, aksesoris motor, tapi digunakan juga untuk mempercantik rumah (interior), model sofa atau kursi, bahkan emplementasi penerapan seni Pop Modern terlihat pada fashion anak muda sekarang. Jadi, dapat dikatakan seni Pop Modern berasal dari seni Pop Art.

Andy_Warhol_2_0_0_0x0_475x517
Seniman yang menganut aliran Pop Art adalah Andy Warhol, Tom Wasselman, George Segal, Yoseph Benys, Claes Oldenburg, dan Cristo, di Indonesia adalah Wedha Abdul Rasyid. Salah satunya Andy Warhol, seorang seniman yang terkenal sebagai tokoh “The Visual Art Movement” atau Gerakan Seni Rupa yaitu Seni Pop (Pop Art). Ia menjadi tenar dengan gambarnya untuk iklan sepatu di tahun 1950. Di tahun 1950 karya-karyanya mulai dipamerkan kepada masyarakat. Ia juga mulai melukis benda ikonik Amerika seperti tagihan dolar, awan jamur, kursi listrik, botol Coca Cola, Marilyn Monroe, Elvis Presley dan lain-lain selama tahun 1960. Salah satu dari karyanya adalah desain dari iklan produk Coca Cola yang dibuat pada tahun 1962.

coca-cola_andy_warhol_5_bottlesGbr. Coca Cola Andy Warhol

4

Gbr. lukisan Elvis Presley
Dalam karya seni itu Presley mengenakan pakaian ala koboi dengan membawa pistol, disampingnya terlihat bayangan penyanyi itu dalam pose yang sama. Dalam lukisan itu penggunaan warna yang mencolok dan berani terlihat jelas. Lukisan itu pertama kali dipamerkan, bersama dengan karya yang lain , di Galeri Ferus Los Angeles tahun 1963.

1 2 3
Fitur Pop Art masih digunakan saat ini dan menghasilkan seni Pop Modern yang diterapkan dalam desain cetak, untuk membuat kartu ulang tahun berwarna-warni, t-shirt desain, lencana, kalender, poster, dll.

Kelompok :
Iwan Setiawan (XI IA 1)
Ricky Aditya D.S. (XI IA 1)
Novinda Arya A. (XI IA 2)

Sumber :

http://ditaaguswahyudi200925018.student.esaunggul.ac.id/2012/12/22/20-hal-yang-tidak-anda-ketahui-tentang-pop-art-desain-grafis/

http://www.sigodangpos.com/2013/07/pengertian-pop-art.html

Surealisme

Surealisme adalah sebuah gerakan seni yang memadukan seni nyata dengan seni imajinasi pelukisnya. Pelukis surealisme tidak menggambarkan bentuk asli benda itu, namun menggambarkannya dengan imajinasi mereka.

Pelukis surealis cenderung pandai dan kreatif, karena harus kreatif memadukan hal nyata dengan alam mimpi.

Surealisme membangun dunia-dunia khayal, dunia yang tidak masuk akal yang berasal dari dunia mimpi, namun surealisme seperti sebuah dunia nyata yang tak pernah ada. Sehingga surealisme bukanlah realitas yang sesungguhnya melainkan merupakan imajinasi yang tidak nyata. Namun digambarkan secara nyata oleh pelukisnya.

Tokoh-tokoh Surealisme adalah Salvador Dali, Maxt Ernest, JonaMirod, Sudiarjo, AmangRahman, dll.

Biografi Salvador Dali

Salvador FelipJacint Dali Domenech adalah salah satu pelukis terpenting dari Spanyol. Ia dikenal lewat karya-karyanya yang surealis.

Salvador Lahir pada 11 Mei 1904, di Figueres, Spanyol. Istrinya bernama Gala Dali. Salvador Meninggal pada 23 Januari 1989, di Figueres, Spanyol. Dan Dimakamkan di Dalí Theatre and Museum, Figueres, Spanyol. Selama hidup beliau ber – Pendidikan di Real Academia de BellasArtes de San Fernando (1922–1926). Karya seni yang pernah dibuat Salvador yaitu: The Great Masturbator, The Persistence of Memory,Dll.

Salvador-Dali2

Contoh lukisan surealisme adalah Lukisan The Persistence of Memory karya Salvador Dali, dan yang selesai dibuat pada tahun 1931.

Lukisan The Persistence of Memory menyerupai pelabuhan lligat, rumah Salvador dali. Lukisan ini menggambarkan adegan jam saku yang terlepas dari rantainya laluperlahan-lahan mencair diatas batu, diatas dahan pohon dengan laut sebagai latar belakang. Jam yang digambarkan meleleh dan semut yang mengerumuni jam oranye tersebut berarti kecemasan terhadap waktu.

Lukisan ini adalah salah satu lukisan termahal dan banyak diincar para kolektor. Sekarang lukisan ini tersimpan di museum seni New York.

dllukisan the persistence of memory

Sumber :

www.Encarta Reference Library.com
www.malaikatcacat.wordpress.com

Marita Mulyaningrum          (XI IPA 2)
Arda Nadia Kumalasari        (XI IPA 2)
Ida Novia                    (XI IPA 2)

Impresionisme
Impresionisme adalah gerakan seni dari abad 19 yang dimulai dari Paris pada tahun 1860-an. Nama Impresionisme dikutip dari lukisan Claude Monet “IMPRESSION SUNRISE”. Karakteristik nama lukisan Impresionisme adalah menggunakan warna-warna yang cerah dan lembut, serta menekankan pada pencahayaan. Subjek-subjek lukisan tidak terlalu menonjol, tidak menggunakan warna hitam karena dianggap bukan cahaya, banyak mencampurkan warna cerah (selain hitam) untuk menghasilkan bayangan. Impresionisme menjadi pelopor berkembangnya aliran-aliran seni modern, seperti Post-Impresionisme, Fauvisme dan Kubisme.

411px-Paul_cezanne_1861

Salah satu seniman yang menganut aliran Impresionisme adalah “ Paul Cezanne “. Paul Cezanne lahir di Aix-en Province, 19 Januari 1839 dan meninggal pada 22 Oktober 1906. Karya-karya Paul Cezanne memperlihatkan dan menekankan pada keahlian, warna dan komposisi, serta memberi kesan yang kuat pada hasil karyanya. Karya awal Cezanne banyak menampilkan pemandangan yang dilukis secara imajinatif. Cezane lebih cenderung menggunakan warna-warna cerah untuk menampilkan hasil karya yang maksimal. Salah satu contoh hasil karya dari Paul Cezane adalah lukisan “ STILL LIFE WITH APPLES”

Still-Life-with-Apples
Sesuai dengan ciri dari gaya impresionisme, lukisan “STILL LIFE WITH APPLES” lebih menekankan pengggunakan warna cerah. Paul Cezanne memilih objek apel karena menurutnya apel memiliki kecantikan dalam hal warna, artistiknya pun menarik. Apel adalah simbol Venus dan atribut Hawa, menyimbolkan sikap penuh semangat para pemuda seperti Cezanne. Lukisan tersebut juga banyak mencampurkan warna sehingga menimbulkan kesan hidup dan pencahayaan yang kuat. Dalam lukisan tersebut selain terdapat apel, juga terdapat lemon. Lemon juga memiliki warna yang cantik dan cerah. Oleh karena itu, Paul Cezanne membuat latar belakang apel dan melon dalam lukisannya tersebut.

Sumber :

http://www.arthermitage.org/Paul-Cezanne/Still-Life-with-Apples.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Impresionisme

http://id.wikipedia.org/wiki/Paul_C%C3%A9zanne

Kelompok :
Dedy Wicaksono (10) XI IPA 1
Ambarwati (03) XI IPA 2
Latifa Dahniar (19) XI IPA 2
Gusti Rahmat (15) XI IPA 2

BIO-DESAIN
Karya-karya yang muncul pada tahun 1970-an, banyak dinilai cenderung merusak lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif baru dalam merancang karya seni atau benda pakai agar lebih akrab dengan manusia dan lingkungan. Sekitar tahun 1980, Luigi Colani seorang perancang kelaihran Italia mengembangkan konsep Bio-Design dan diaplikasi pada berbagai desain, seperti mobil, pesawat terbang, kamera, pakaian, rumah, dan sejumlah peralatan rumah tangga. Bio-Design yang dikembangkan Luigi Colani ini cenderung meniru karakter binatang, tumbuhan, atau segala sesuatu yang ada di alam.

f
Luigi Colani
Pada tahun 2012 Colani membuka Pameran dari karya-karyanya di Milan, Italia. Berbagai jenis konsep serta peralatan rumah tangga dipamerkan. Salah satu karyanya adalah Dolphin Airplane (Pesawat Lumba-lumba) yang didesain dengan warna & bentuk yang menyerupai lumba-lumba. Tidak hanya itu, ada juga Aero Shark yang didesain menyerupai ikan hiu. Karya-karya yang dipamerkan Colani tidak hanya berbentuk binatang tetapi juga meliputi hal-hal yang ada di alam.

e
Dolphin Airplane

d
Aero Shark

SUMBER:

http://www.designboom.com/design/luigi-colani-retrospective-biodesign-codex-show/

http://jawaposting.blogspot.com/2010/08/budaya-barat.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Luigi_Colani

M.KEMAL (XI IPA 2)
NOVAN W. (XI IPA 2)
SYAIFUL N. (XI IPA 2)

“Bisikan Iblis” karya Hendra Gunawan

Periode realisme kerakyatan yogya diawali karena berpindahnya ibu kota Negara ke jogja. Para seniman pun ikut hijrah kejogja dan mendirikan sebuah organisasi “Pelukis Rakyat”. Organisasi tersebut berkembang dengan baik, karena berhubungan baik dengan pemerintahan. Hal ini karena hasil karya seniman tersebut bertemakan tentang perjuangan, sesuai dengan keadaan yang ada pada masa itu. Selain itu juga ada hasil karya yang menggambarkan tentang kritikan karena adanya ketimpangan social yang ada pada masa itu. Sehingga periode ini disebut realisme kerakyatan, ada juga yang menyebut realisme social.
Salah satu contoh hasil lukisan pada masa periode realisme kerakyatan yogya adalah karya yang Hendra Gunawan.

Judul : “Bisikan Iblis”
Ukuran : 110cm X 135cm
Media : Oil on Canvas
Lukisan karya Hendra Gunawan yang berjudul “Bisikan Iblis” tersebut menggambarkan tentang kondisi yang terjadi pada masa tersebut. Lukisan tersebut termasuk lukisan yang terbaik pada masa itu, karena memiliki nilai kehidupan yang tergandung pada masa tersebut. Lukisan tersebut menggambarkan tentang manusia yang muda dihasut oleh iblis, hewan-hewan yang ada pada gambar tersebut menggambarkan manusia yang berprilaku seperti hewan, karena hasutan iblis.

Sumber : http://blog-senirupa.blogspot.com/2013/01/karya-lukisan-hendra-gunawan.html
Nama Kelompok
Taskiyah Mufidah (XII IPS 2)
Ilham Arif M (XII IPS 3)
Rosita Chandradewi (XII IPS 3)

ACHMAD SADALI (MAZHAB BANDUNG)

Mazhab Bandung adalah sebuah aliran seni rupa yang mengarah
pada gaya melukis seniman Bandung yang mengutamakan prinsip-prinsip
formal seni, seperti bentuk, warna,garis. Mazhab Bandung ini juga merupakan
awal perkembangan seni rupa Indonesia yang saat itu masih menganut sistem
yang bersifat tradisional. Aliran ini pertama kali berkembang pada akhir tahun
1950-an, para pelukis Seni Rupa ITB melakukan penyimpangan pada cocok
Realisme. Bisa dibilang, aliran ini meniadakan unsur tradisi dan menggantinya
dengan unsur Abstrak dan Kubistik yang dibawaoleh Ries Mulder.
Jadi dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri Mazhab Bandung adalah
lebih mengutamakan detail bentuk, warna, dan garis. Juga bisa berbentuk
Abstrak dan Kubistik.
 Seniman Mazhab Bandung

Salah satu seniman Mazhab Bandung yang terkenal aadalah Ahmad Sadali.
Lahir : Garut, 29 Juli 1924
Wafat : Garut, 19 September 1987
Ahmad Sadali bisa di bilang seorang pelukis yang menyatakan 2 unsur, yaitu seni dan kereligiusan. Beliau awal nya belajar di ITB dan mendapat beasiswa sehingga meneruskan kuliahnya ke Iowa State University dan New York Art Student League. Ahmad Sadali lalu kembali ke Indonesia sehingga menyebarkan aliran abstrak, dan pada akhirnya beliau di beri gelar sebagai Bapak Seni Lukis Abstrak Indonesia.

 Karya Ahmad Sadali “Gunungan Emas”


Karya ini dibuat pada 1980 ini merupakan perwujudan dari penggabungan 2 unsur, yaitu seni dan kereligiusan. Adanya tanda segitiga, konstruksi piramida memberikan simbol tentang religiusitas. Segitiga melambangkan hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam, juga terdapat guratan-guratan kaligrafi Al-Quran yang dilelehi oleh emas. Sehingga muncullah nilai religius, misteri dan ketidakabadian (fana). Memang,Ahmad Sadali adalah seorang seniman yang sangat religius. Menurut Sadali, daerah seni adalah daerah zikir. Makin canggih kemampuan zikir manusia, makin peka mata batinnya. Karya Ahmad Sadali ini bisa dibilang termasuk dalam aliran Bandung, karena terdapat motif garis (berupa segitiga) juga terdapat abstrak yang merupakan ciri utama Mazhab Bandung. Dalam lukisan ini, dapat dilihat bagaimana Sadali melakukan zikir, mencurahkan kepekaan mata batinnya dalam elemen visual (bentuk-bentuk yang bisa dilihat).
Media yang digunakan “Gunungan Emas ( The Golden Mountain)” 1980 diantaranya:
Cat Minyak
Kanvas 80×80 cm

Sumber : http://archive.ivaa-online.org/artworks/detail/4809

http://pesantrenbudaya.blogspot.com/2011/11/ahmad-sadali-pelukis-mubaligh-aktivis.html

Nama Anggota kelompok:
1. Al Wandra Fathan (XII IPA 5 / 02)
2. Nofiani Krusitasari (XII IPA 5 / 17)
3. Marinda Dwi Fatimah (XII IPA 5 / 33)
4. Chandra Maleo (XII IPS 1 / 12)
5. Lovenda Yuria Linggasari (XII IPS 1 / 23)
Telah di edit oleh Admin tgl. 18 September 2013

op art2

Op art (optical art) “Bridget Louise Riley”

Op art (optical art), disebut juga retinal art, yaitu corak seni lukis yang penggambarannya merupakan susunan geometris dengan pengulangan yang teratur rapi, bisa seperti papan catur. Op art, juga dikenal sebagai seni optik, yaitu gaya seni rupa yang menggunakan ilusi optik. Seni op dipengaruhi oleh hasil kerja visual yang dijalankan oleh ahli psikologi dan saintis. Tokoh-tokoh op art: Victor Vasareley, Bridget Riley, Yaacov Agam, Josef Alberf, Richard Allen, Getulio Alviani dan Tony Delap.
Ciri-ciri op art:
• Karya seni op art boleh mengelirukan pandangan mata
• Kebanyakan berbentuk geometrik
• Pemilihan garisan, warna dan bentuk dilakukan dengan berhati-hati untuk mendapat kesan yang maksimum
• Mempunyai ruang positif dan ruang negatif

Contoh Karya Optical art (Op art)

op art1

oleh : “Bridget Louise Riley”
Bridget Louise Riley adalah seorang pelukis Inggris yang merupakan penggagas op art (seni yang menggunakan ilusi optis), seni yang mengeksploitasi kekeliruan penangkapan mata manusia.
Riley mulai menyelidiki warna pada tahun 1967, tahun di mana dia menghasilkan lukisan stripe pertama. Pengenalan Riley untuk pekerjaannya warna adalah sesuatu yang sangat berhati-hati dari. Masing-masing warna mempengaruhi dan dipengaruhi oleh warna-warna sebelahnya.
Dari tahun 1967 dan seterusnya Riley semakin mulai menggunakan warna. Dia juga mulai menggunakan bentuk yang lebih stabil – garis lurus atau bergelombang vertikal yang sederhana. Posisi warna itu sendiri yang menghasilkan nuansa gerakan yang ingin sampaikan.
Setelah perjalanan ke Mesir pada awal tahun 1980, di mana ia terinspirasi oleh warna-warni hieroglif dekorasi, Riley mulai mengeksplorasi warna dan kontras. Riley menciptakan warna dia menyebutnya dengan ‘palet Mesir’. Menjelang akhir pekerjaan 1980 Riley mengalami perubahan dramatis dengan reintroduksi diagonal dalam bentuk urutan jajaran genjang digunakan untuk mengganggu dan menghidupkan garis-garis vertikal yang ditandai lukisannya sebelumnya, misalnya; biru, pirus, dan warna alternatif dengan kuning , merah dan putih.
Karya Bridget Riley bergerak semakin jauh membangun dari sensasi menimbulkan respon persepsi, dan sebaliknya menuju seni sensasi penglihatan murni, mengobati bentuk dan warna sebagai ‘identitas utama’.Unit warna diatur sesuai dengan prinsip-prinsip hubungan dan interaksi berwarna, tapi semakin dihubungkan dengan implikasi ritme, ruang dan kedalaman.
Riley mulai memasukkan unsur-unsur diagonal ‘permen’ naik dari kiri ke kanan yang melintasi vertikal, menghancurkan pesawat gambar. Pesawat warna bergantian maju dan surut, sehingga menimbulkan kontras dalam warna, nada, kepadatan dan arah.

Contoh karyanya pada tahun 1980-1981

Ermayani Sholikah Galuh Sasanti

Aliran Naturalisme Basuki Abdullah

Senirupa mengalami perkembangan disetiap masa pergantian waktu baik dalam jenis media ,teknik yang digunakan serta aliran. Di era modern ini berkembang berbagai aliran seni yang tergolong dalam klasifikasi senirupa modern / kontenporer yaitu Realisme,Naturalisme,Romantisme,Impresionisme,Ekspresionisme,pop art, surealisme abstrakisme dll. Dalam pembahasan ini akan membahas salah satu dari aliran seni yaitu aliran naturalisme salah satu tokoh penganutnya serta karyanya.
Aliran naturalism dapat diartikan sebagai jenis aliran yang memiliki dasar ciri karya yang melukiskan segala sesuatu sesuai dengan nature atau alam nyata, artinya disesuaikan dengan tangkapan mata kita namun mengutamakan keindahan objeknya. Hal ini merupakan pendalaman labih lanjut dari gerakan realisme pada abad 19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisme. Sehingga terkadang aliran naturalism dianggap memiliki kesamaan dengan aliran realism namun pada dasarnya aliran realism lebih menekankan bukan pada obyek tetapi suasana dari kenyataan tersebut. Penganut naturalisme berpendapat bahwa satu-satunya dunia yang dapat dipercaya secara empiris ialah dunia eksitensi yang bersifat alami. Makna naturalisme secara khusus ada dua hal yaitu :
1. Hasil berlakunya hukum alam secara fisik. Misalnya, gerhana matahari merupakan
gejala alami/ terjadi akibat hukum gearakan benda angkasa.

2. Terjadi menurut kodrat dan wataknya sendiri. Misalnya, orang mengatakan: “Secara
alami, wajar jika ia berbuat demikian. Dalam seni rupa aliran naturalisme menganut suatu faham yang memuja kebesaran alam oleh karena itu bagi kaum naturalis tidak mungkinlah untuk melukiskan bagian alam ini yang jelek-jelek. Lukisan naturalistik selalu menggambarkan keindahan alam sehingga natularisme memiliki sifat idealistic.

Cirri dari aliran naturalism yakni :
1. Bertemakan keindahan alam serta isinya.
2. Memiliki teknik gradasi warna. Diartikan bahwa dalam aliran naturalism menonjolkan penggunaan sebuah warna yang tersusun dari warna yang lebih tua sampai ke yang lebih muda. Atau dari yang gelap hingga terang.
3. Memperhatikan keaslian alam seperti memperhitungkan posisi datangnya sinar dll.
4. Memiliki susunan, perbandingan, perspektif, tekstur, pewarnaan serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin dan setepat – setepanya.
5. Dll

Diindonesia cukup banyak seniman yang menganut aliran naturalism, beberapa seniman naturalis terkenal yaitu Raden Saleh, Abdullah Sudrio Subroto, Basuki Abdullah, Gambir Anom dan Trubus.
Salah satu karya naturalis terkenal, Basuki abdullah yaitu :

Pelukis: Basuki Abdullah
Judul : ” Sang Proklamator kemerdekaan “
Ukuran : 48cm X 58cm
Media : Oil on Canvas
Tahun Karya: 1962
Dalam lukisan ini sang pelukis,Basauki Abdullah menggambarkan sebuah figure penuh wibawa dari seorang proklamator kemerdekaan RI Melukiskan figur sang proklamator kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus , Presiden RI pertama. Beliau juga merupakan seorang bangsawan, seorang tokoh pemimpin legendaris yaitu ” Ir. Soekarno” yang dilukiskan dengan accsoris berupa kacamata hitam dengan posisi close up menghadap kesamping, perspektif lukisan dari bawah, yang mampu menonjolkan aura seorang negarawan. seolah sang pelukis ingin menyampaikan makna akan kesederhanaan jiwa yang rendah hati dari sosok sang proklamator.

Sumber :

http://lelang-lukisanmaestro.blogspot.com/

http://shamagachi415.blogspot.com/2012/08/apresiasi-dan-aliran-seni_3.html

http://desxripsi.blogspot.com/2012/07/aliran-aliran-seni-rupa-tokoh-dan.html#axzz37AWtHkoj

oleh :
Nia Aninditya Zagita
xi ips 2

Budaya Seni Rupa Barok

Gaya Barok berkembang pada abad ke-16 yang dirintis oleh Michael Angelo dan Palladio. Dalam bahasa Romawi, Barok (barroque) mempunyai arti tidak beraturan. Masa Barok dikenal dengan nama masa Klasik Akademik karena banyak bermunculan tempat-tempat pendidikan para calon seniman. Gaya ini dimulai sekitar 1600 di Roma dan menyebar ke sebagian wilayah Eropa. Gaya Barok menggunakan gerak yang dilebih-lebihkan dan detail yang jelas, serta mudah ditafsirkan untuk menghasilkan drama, ketegangan, semangat yang hidup dan keagungan dalam seni patung, lukisan dan musik. Tema yang banyak dipilih oleh gaya Barok ini adalah tema keagamaan, kerajaan dan keluarganya.
Ciri-ciri seni rupa Barok yaitu seniman bebas mengekspresikan diri melalui karya-karyanya, sehingga karya yang dihasilkan menjadi karya yang lebih hidup. Petter Paul Rubens (1577-1640) adalah seorang seniman Barok yang berasal dari Belanda yang belajar pada seniman-seniman Italia. Oleh sebab itu, ia dikenal sebagai pelopor seni rupa Barok. Petter Paul Rubens mempunyai seorang murid bernama Van Dijck (1599-1641) yang menjadi pelukis terkenal di istana raja Inggris. Selain Van Dijck, ada juga seniman Barok yng bernama Rembrandt Van Rijk (1606-1699) dengan karya yang terkenal yaitu Kabinet Kayu. Rembrandt dikenal sebagai pelukis yang memiliki kepandaian menyusun efek cahaya dalam lukisan-lukisannya, sehingga lukisannya seolah-olah menjadi tampak nyata.

546px-Peter_Paul_Rubens_cat01

Lukisan Hercules yang berjudul “The Drunken Hercules” karya Peter Paul Rubens
Herkules adalah tokoh dalam mitologi Romawi. Dalam mitologi Yunani dia dikenal sebagai Herakles. Begitu banyak cerita dan versi tentang lelaki yang diidentikkan dengan kekuatan dan kedewaannya. Legenda menyebutkan bahwa Herkules adalah putra dewa Yupiter (Dalam mitologi Yunani disebut Zeus), pemimpin para dewa dengan Alkmene yang seorang wanita biasa. Ini membuat Yuno (dalam mitologi Yunani disebut Hera), istri Yupiter cemburu dan menumpahkan kekesalannya pada Herkules dengan berusaha membunuhnya. Kisah yang terkenal adalah upaya Hera membuat Herkules menderita dan diharuskan menjalankan 12 macam tugas berat, yang semuanya bisa dilalui. Herkules bahkan pernah dibuat gila sehingga membunuh istri pertamanya Megara dan kedua anaknya.

editor : Amalia T, Desy A Anindi, Shandy Kelas : XI IPA 2

NEOKLASIK DAN ROMANTISME

1. NEOKLASIK
J.L. David merupakan pelopor aliran Neo-Klasik, dimana lukisan Neo-Klasik bersifat Rasional, objektif, penuh dengan disiplin dan beraturan serta bersifat klasik.
Ciri-cirinya Lukisan Neo-Klasik :
a. Lukisan terikat pada norma-norma intelektual akademis.
b. Bentuk selalu seimbang dan harmonis.
c. Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis.
d. Raut muka tenang dan berkesan agung.
e. Berisi cerita lingkungan istana.
f. Cenderung dilebih-lebihkan.
Ciri – ciri arsitektur Neo – Klasik :
a. Bentuk yang simetris
b. Kolom – kolom tinggi yang menopang tinggi bangunan
c. Pediment segitiga
d. Atap berbentuk kubah
e. Kokoh, menjulang serta terlihat megah

Salah satu contoh karya pada zaman neoklasik :

Gambar 1

Judul : SUMPAH HORATII.
Karya : Jacques Louis David
Tahun : 1784
Lukisan ini menggambarkan Horatius , bapak yang berdiri di tengah ruangan sedang mengangkat sumpah tiga anak laki-lakinya yang bergerombol di kiri, sementara anak perempuannya menangis di sebelah kanan. Lukisan ini digunakan untuk mendidik, menanamkan kesadaran anggota masyarakat atas tanggung jawabnya terhadap Negara.

2. ROMANTISME
Romantisme merupakan gerakan intelektual, sastra dan seni yang berkembang di Eropa dan Amerika pada akhir abad 18. Puncaknya sekitar 1800-1850. Romantikisme tidak dapat diidentifikasi semata berdasarkan gaya, teknik atau pendirian. Dalam senilukis, romantikisme biasanya disifati oleh pendekatan sangat subjektif, imajinatif dan sangat emosional.
Ciri-Ciri Lukisan Romantisme :
a. Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional.
b. Penuh gerak dan dinamis.
c. Warna bersifat kontras dan meriah.
d. Pengaturan komposisi dinamis.
e. Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan.
f. Kedahsyatan melebihi kenyataan.
Ciri – ciri arsitektur Romantisme :
a. Sering menampakkan kebesaran
b. Bangunan berbentuk tegak lurus dan terlihat kuno
c. Gaya-gaya yang digunakan bersifat klasik
d. Banyak menggunakan hiasan-hiasan antik mulai dari interior dan eksterior

Salah satu contoh karya pada zaman romantisme :

Gambar 2

Judul : The Massacre at Chios
Karya : Eugène Delacroix
Tahun : 1824
Lokasi : Louvre, Paris
Tinggi Lukisan : Sekitar 4 meter
Lukisan ini menggambarkan beberapa kengerian sesudah terjadi perang dan pembantaian di Chios. Di dalam lukisan ini ditampilkan penderitaan karakter, militernya, penyakit dan kematian pada waktu itu. Dalam lukisan ini menggambarkan rasa keputus-asaan dan kehancuran. Eugène Delacroix menggunakan lukisan ini menarik simpati penjajah brutal pada waktu itu agar penjajah brutal tidak bertindak semena-mena.

Penulis : Astria Ricki Dwi Fauci Putri Maya Puspita Winda Sukma R
Astriana Widiastuti Putri Wening P
Rizky Aristana M Intan Kumalasari

index

Budaya Rupa Zaman Pencerahan (Renaissance)

Secara harfiah, Renaissance berasal dari bahasa latin yaitu kata Re berarti kembali dan naitre berarti lahir. Secara umum Renaissance dapat diartikan sebagai masa peralihan antara abad pertengahan ke abad modern yaitu di tandai dengan lahirnya kreasi baru yang lebih bersifat duniawi. Menurut pendapat para ahli sejarah, Renaissance awalnya di mulai di Italia pada akhir abad pertengahan. Kemudian meluas hingga ke seluruh Eropa.
Arsitektur Renaissance memperlihatkan sejumlah ciri khas arsitektur. Munculnya kembali langgam langgam yunani dan Romawi seperti bentuk tiang langgam, donik, lonik, konintia, dsb dapat di sampaikan sebagai ciri yang pertama. Bentuk bentuk denahnya sangat terikat oleh dalil dalil yang sistematik, yaitu bentuk simetris, jelas, dan teratur dengan teknik kontruksi yang bersahaja ( kalau di bandingkan dengan masa sekarang, masa abad ke 20 khususnya).
Proporsi yang harmonis menguasai perhatianarsitek seniman Renaissance, yang berusaha menghubungkan matra tiap bagian utama bangunannya dengan satu model, atau satuan panjang yang menjadi dasar. Contoh proporsi Michael Angelo yang rumit pada rancangan gereja St. Petrus adalah satuan bangunan diukur secara vertikal dengan perbandingan 3:2:1. Garis bentuk bangunan merupakan segitiga sama sisi, merupakan bentuk geometris yang benar benar simetris.

Bangunan Masa Renaissance.

st. petrus

Gereja Basilika St. Petrus di Roma (vatikan). sumber http://www.raptim-indonesia.co.id/
Pembangunan gereja ini di mulai pada tahun 1506. Saat itu para arsitek barsaing merancang gereja tersebut. Sehingga hanya kubah besarnya saja rancangan Michael Angelo yang menyerupai rencana asli.
Diatas deretan pilar, berdiri patung-patung besar (yang di hormati dalam agama kristen) menghadap halaman dalam yang berbentuk oval. Patung tersebut mulai bergaya Barok yang di rancang oleh Bernini puluhan tahun kemudian. Hal ini menguatkan ciri budaya Renaissance yang bersifat pemujaan kepada keagungan Tuhan.

Penulis :
1. Ageng Wahyu K. (01) XI IPA 1
2. Alyssa D.H (03) XI IPA 1
3. Mutiara Monica (20) XI IPA 1
4. Deby Anggara P (10) XI IPA 2

SENI RUPA ROMAWI KUNO

Bangsa Yunani lebih tertarik pada konsep yang ideal, yaitu makhluk-makhluk yang indah dan sempurna, sedangkan bangsa Romawi lebih tertarik pada realitas.Bangsa Romawi senang membuat patung yang menggamabarkan tokoh tertentu dengan sangat mirip dan realistis.

sumber : (http://id.wikibooks.org/wiki/Romawi_Kuno/Seni)

Bangsa Romawi juga banyak membawa pematung Yunani (kadang dengan cara memperbudak mereka) ke Romawi supaya mereka bisa membuat lebih banyak karya seni untuk Romawi. Seni Romawi pada abad pertama dan kedua Masehi masih meneruskan gaya dari masa sebelumnya. Namun seniman Romawi mulai menambahkan fungsi seni sebagai propaganda untuk menunjukkan pada rakyat Romawi apa yang diinginkan oleh kaisar untuk diketahui atau dipikirkan oleh rakyatnya, beberapa contohnya adalah Pelengkung Titus dan Tiang Trajanus.
Ada banyak lukisan dinding pada masa ini. Lukisan dinding pada abad pertama Masehi kadang dibagi menjadi beberapa gaya berbeda.
1. Gaya pertama adalah lukisan dinding yang membuat dinding rumah nampak seperti dibuat dari marmer, meskipun pada kenyataannya itu dibuat dari bahan yang jauh lebih murah daripada marmer.
2. Gaya kedua adalah lukisan dinding yang dihiasi dekorasi bunga, burung, tanaman, atau buah-buahan.
3. Gaya ketiga adalah lukisan dinding yang dihiasi gambar-gambar manusia. Di salah satu vila di kota Pompeii, ditemukan adanya lukisan dinding dengan gambar orang-orang (dalam ukuran sebenarnya) yang sedang mengobrol dan duduk. Selain itu, ada pula berbagai variasi lainnya.

sumber : (http://id.wikibooks.org/wiki/Romawi_Kuno/Seni) (gambar lukisan dinding kota Pompeii)

Pada abad ketiga Masehi, beberapa konsep baru bermunculan dalam seni Romawi. Yang pertama adalah peperangan dengan kaum Jerman di utara. Hal ini ikut diabadikan dalam seni (kadang dengan gaya yang berlebihan), seperti misalnya pada Tiang Markus Aurelius, yang memperlihatkan orang-orang yang kepalanya dipotong atau isi perutnya dikeluarkan. Contoh lainnya adalah Pelengkung Severus.

sumber : (http://id.wikibooks.org/wiki/Romawi_Kuno/Arsitektur/Tiang_Marcus_Aurelius)

(

septimius saverus

)

Yang kedua adalah penggunaan bor yang mulai menggantikan pahat. Hal ini membuat pembuatan patung menjadi lebih mudah dan cepat. Patung Romawi pun terlihat berbeda. Yang ketiga adalah meningkatnya perhatian ada jiwa, mungkin akibat pengaruh agama Nasrani. Hal ini ditunjukkan dengan patung-patung yang lebih menekankan pada mata (jendela jiwa), kadang dengan pandangan ke atas (surga).

Penulis :
1. NADIA RIZKI N. (21) XI IPA 1
2. PUPUT ISTIKA W. (25) XI IPA 1
3. YULI INDRA S. (32) XI IPA 1
4. LEO AJI M. (23) XI IPA 2