IMG_8782

KORUPSI BUKAN BUDAYA

Menyikapi seringnya pejabat di negara kita yang tersandung masalah korupsi dan maraknya isu korupsi di sekitar kita, siswa SMA NEGERI 1 MADIUN berusaha mengingatkan kepada seluruh warga SMASA untuk kembali berpikir ulang untuk melakukan tindakan yang sangat merugikan tersebut. Korupsi harus dihapus dari negara indonesia….. begitulah semangat yang di teriakkan oleh siswa kelas XII IPA 3. Janganlah menjadikan Korupsi sebagai budaya dengan berslogan “HAPUS BUDAYA KORUPSI” atau “HILANGKAN BUDAYA KORUPSI DARI BUMI INDONESIA” serta slogan slogan yang lain yang salah kaprah…. korupsi bukanlah budaya, bagaimana korupsi bisa hilang jika yang meneriakkan slogan anti korupsi saja menganggap bahwa korupsi itu budaya????….. Budaya Indonesia tidak akan pernah hilang dan harus dilestarikan. dengan menganggap Korupsi sebagai budaya, kami yakin hal ini tidak akan pernah bisa hilang dari negara kita. Kami memiliki cara lain untuk menyampaikan gerakan anti korupsi tersebut yaitu dengan karya seni instalasi.. Berikut ini karya buatan kami silahkan diapresiasi dan dapat menjadikan peringatan bagi kita di hari anti korupsi 9 desember 2012.

IMG_8772[1]

IMG_8775[1]

IMG_8776[1]

IMG_8777[1]

IMG_8778[1]

IMG_8780[1]

IMG_8782

lestari-alamku

GERAKAN SENI RUPA BARU DI INDONESIA

Pada kali ini kita akan membahas mengenai gerakan seni rupa baru di Indonesia. Gerakan seni rupa baru di Indonesia didirikan oleh beberapa tokoh diantaranya Ris Purnomo, S. Prinka, Anyool Soebroto, Satyagraha, Nyoman Nuarta, Pandu Sudewo, Dede Eri Supriya, Jim Supangkat, Siti Adiyati Subangun, F.X Harsono, Nanik Mirna, Hardi, Wagiono. S, Agus Tjahjono, B. Munni Ardhi dan Bachtiar Zainoel. Mereka membentuk gerakan seni rupa baru di Indonesia Sebagai sebuah usaha dari sekelompok akademisi atau mahasiswa seni rupa yang menentang monopoli seni oleh sekelompok seniman saja. Monopoli di sini adalah terlalu kuatnya pengaruh modern dari seniman senior mereka yang sekaligus menjadi pengajar mereka di kampus, yang dalam beberapa hal mengekang kemungkinan akan bentuk – bentuk baru dari kesenian itu sendiri. Hal tersebut mereka wujudkan dalam bentuk pameran bertajuk “ Pasaraya Dunia Fantasi “ di Taman Ismail Marzuki pada tanggal 2 hingga 7 agustus 1975, tepat delapan bulan setelah peristiwa Desember hitam. Adapun beberapa pendapat yang mengatakan bahwa peristiwa desember hitam adalah awal dari Gerakan Seni Rupa Baru itu sendiri. 4 tahun kemudian Gerakan Seni Rupa baru mendeklarasikan manifesto Gerakan Seni Rupa Baru atau yang biasa disingkat menjadi GSRB adalah salah satu penanda dari awal mula kelahiran dari seni rupa kontemporer di Indonesia.
Teman- teman GSRB juga bias dimaknai sebagai penanda dari gelombang perkembangan seni rupa pada tahun 1974-1977 yang memasuki daerah pijak baru yaitu perubahan manifestasi secara fisik dan konsep secara besar – besaran. Bahkan ada sebagian pendapat yang menganggap bahwa GSRB menghasilkan denyut yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok seni rupa pendahulunya yaitu Persatuan Ahli Gambar Indonesia (PERSAGI) yang digawangi oleh Agus Djajadan S. Sudjojono. Karena GSRB menyodorkan permasalahan yang lebih kompleks melalui menifestonya dibandingkan dengan apa yang di sodorkanoleh PERSAGI. Manifesto GSRB bertujuan untuk menegaskan dengan tujuan meruntuhkan definisi seni rupa yang terkungkung kepada seni lukis, seni patung dan seni grafis. Keyakinannya: estetika seni rupa merupakan gejala jamak.
Berikut ini adalah salah satu karyaseni pada periode gerakan seni rupa baru di Indonesia karya maryono setyawan

SILAHKAN KLIK LINK DISINI

(Editor : annies, arvita, iga, miya, senja) / XII IA 4