Lukisan Raden Saleh “Perkelahian dengan Singa”

Raden Saleh (Raden Saleh Syarif Boestaman) adalah pelukis terkenal dari Indonesia. Beliau seorang perintis Seni Modern Indonesia. Raden Saleh lahir pada tahun 1881 dari keluarga Tumenggung Kyai Ngabehi Kertasaba Bustaman (1681-1759). Raden Saleh merupakan pelukis gaya barat yang mengekspresikannya dengan individualis dan kreatifitas pada karya-karyanya, sehingga menjadi inspirasi bagi para seniman-seniman Indonesia untuk mengekspresikan ide-ide secara lebih bebas lukisan-lukisannya yang jelas menampilkan ekspresi ini adalah bukti Raden Saleh seorang romantic.
Ciri-ciri karya Raden Saleh :
1. Bergaya natural dan romantisme
2. Kuat dalam melukis potret dan biatang
3. Pengaruh romantisme eropa terutama dari De la croix
4. Pengamatan yang sangat baik pada binatang dan alam

 

Karya : Raden Saleh
Tahun : 1870
Media : Cat minyak diatas kanvas

Pada lukisan karya Raden Saleh yang berjudul “Perkelahian dengan Singa” itu menggambarkan perkelahian antara seorang laki-laki aljazair yang mengendarai kuda menghadapi singa di padangpasir. Tampak disana otot-otot singa dan ketakutan kuda tergambar dengan menarik. Seorang pembantunya nampak mati tersungkur. Terkaman yang kuat menyebabkan pengendara kuda jatuh dan terasa pula suasana yang dramatic dan emosional padapertarungan antaramanusia dan singa dalam lukisan tersebut. Pada pewarnaannya menggunakan warna yang gelap kelam, langit kemerahan dan tandusnya gurun, menyebabkan lukisan tersebut gagah dan elok untuk dilihat. Dan keharmonisan warna background dengan objek sangat menyatu.

Penulis : Ferdiyan (12), Sidiq(15), Rizal(21), dan Sulistiyanto (27) (XII-IPA5)
Sumber : http://www.raden-saleh.org/werksverzeichnisteil2.html

seni lukis wakidi ngarai sihanok

Ngarai Sihanok (INDONESIA JELITA / MOOI INDIE)

INDONESIA JELITA / MOOI INDIE
Pada artikel kami kali ini, kami akan membahas tentang periode Indonesia Jelita / Mooi Indie.Sebelumnya kami akan membahas mengenai apa itu Periode Indonesia Jelita / Mooi Indie.

Apa pengertian periode Indonesia Jelita / Mooi Indie ?
Mazhab atau cara pandang kolonialisme Belanda atas negeri jajahannya
yaitu Hindia Belanda ( Indonesia ) yang lebih menonjolkan keindahan luar tanpa dapat membawakan latar belakang karya kebudayaan yang sebenarnya.

Sejarah singkat Periode Indonesia Jelita / Mooi Indie
Dalam masa Hindia-belanda, Indonesia memasuki periode melukis realis yang di kenal dengan istilah Mooi Indie.periode ini di mulai ketika Indonesia telah mengalami kekosongan hampir setengah abad sejak perkembangan masa awal yang di rintis oleh Raden Saleh.
Pengangkatan tema seni lukis ini berlangsung pada masa hindia Belanda antara tahun 1952-1938.
Pada awalnya kecenderungan pengambilan tema lukisan pemandangan alam di hadirkan oleh pemerintah Hindia Belanda dari para pelukis dari negara asal yang kemudian di ajarkan pada pelukis Indonesia.

Bagaimana ciri-ciri Periode Indonesia Jelita / Mooi Indie ?
1. Objek lukisan didominasi oleh unsur Keindahan
2. Cahaya dan warna-warni alam dilukis / digambarkan semirip aslinya.
3. Suasana keindahan alam dilebih-lebihkan.

Setelah memahami beberapa penjelasan mengenai Periode Indonesia Jelita / Mooi Indie,Berikut ini merupakan contoh Lukisan pada masa Periode Indonesia Jelita / Mooi Indie

Judul : Ngarai Sihanok
Karya : Wakidi

Secara teknis, penggambaran lukisan pemandangan alam ini menggunakan faedah teknis yang telah menjadi kebiasaan dan ketentuan dalam seni lukis Belanda dan Eropa. Dalam teknis perspektif harus di perhitungkan secara teliti dan mendetail. Ruang Lukisan pun di bagi menjadi tiga bagian yaitu depan,tengah,dan belakang. Salah satu dari ruang itu akan di tonjolkan dan di beri cahaya sedangkan ruang0ruang lainnya akan di redam dan di matikan. Warna-warna pun di pilih dan di ambil dengan ketentuan yang lazim, di campur baik-baik dan menghindari pencampuran di kanvas untuk menjauhkan kesan kotor, dan kemudian di goreskan secara halus di atas kanvas.

Penilis: Elga ,Andira ,Fadela ,Martina ,Nikmas XII IPS 3