Dadaisme Jean Hans Arp

Dadaisme, aliran seni rupa yang satu ini lahir karena berkecamuknya Perang Dunia I. Sifatnya dikatakan anti seni, anti perasaan dan cenderung menunjukkan kekasaran dan kekerasan. Karena itu, aliran dadaisme merupakan aliran pemberontakan di antara seniman dan penulis.
Aliran Dadaisme menolak cara berpikir “seni adalah sesuatu yang tinggi, yang mahal, yang serius, dan eksklusif” karena seni semacam itu adalah seni milik kaum menengah keatas.
Aliran dadaisme sering kali mengeluarkan ide – ide, celaan, dan kemarahan yang di tuangkan dalam seni. Tokoh Dadisme antara lain Duchamp, Hans Arp, Paul klee, Scwitters Tritan Tzara, Maron Janco, dll.
Ciri khas Dadaisme adalah
1. Bagaimana penggunaan teknik dan cara untuk menyatakan ekspresi sehingga menghasilkan karya yang tidak menonjolkan estetika
2. Karyanya cenderung terlihat aneh
3. Dadaisme menolak setiap kode moral, sosial, maupun estetik.
4. Tidak memandang suatu karya dari segi estetika.
Contoh lukisan Dadaisme

Sumber : http://www.dailyartfixx.com/2012/09/16/jean-hans-arp-1886-%E2%80%93-1966/
Lukisan tersebut adalah karya Hans Arp. Ia membuat lukian yang mencerminkan suasana Zurich. Lukisan Hans Arp lebih mengutamakan bentuk yang sederhana, abstrak, dan primitif. Karya pertama Hans Arp ini belum menunjukkan kecenderungan munculnya Dadaisme. Sikap Dadaisme yang pertama kali muncul ketika Arp mengikutsertakan faktor kebetulan dalam proses berkarya.

oleh
Gavinda Kinandana
Ivan Kurnia L