i

Masjid Al-Aqsa

Masjid Al-Aqsa adalah salah satu tempat suci agama Islam yang menjadi bagian dari kompleks bangunan suci di Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur). Kompleks tersebut dikenal oleh umat Islam dengan nama Al-Haram Asy-Syarif atau “tanah suci yang mulia”. Tempat ini oleh umat Yahudi dan Kristen dikenal pula dengan nama Bait Suci.
Masjid Al-Aqsa dianggap sebagai tempat suci ketiga oleh umat Islam. Kitab-kitab hadist menjelaskan bahwa Muhammad mengajarkan umat Islam berkiblat ke arah Masjid Al-Aqsa (Baitul Maqdis) hingga 17 bulan setelah hijrah ke Madinah. Setelah itu kiblat salat adalah Ka’bah di dalam Masjidil Haram, Mekkah, hingga sekarang.
Masjid Al-Aqsa pada awalnya adalah rumah ibadah kecil yang didirikan oleh Umar bin Khattab, tetapi telah diperbaiki dan dibangun kembali oleh khalifah Umayyah Abdul Malik dan diselesaikan oleh putranya Al-Walid pada tahun 705 M. Masjid Al-Aqsa pernah beberapa kali mengalami kerusakan akibat gempa bumi pada tahun 746 dan tahun 1033. Namun, Masjid Al-Aqsa dibangun dan direnovasi kembali oleh kaum Musim. Renovasi antara lain penambahan pada bagian kubah, fasad, mimbar, menara, dan interior bangunan.
Demikian sedikit kami sampaikan tentang sejarah Masjid Al-Aqsa. Kami akan membahas tentang Karya Seni yang terkandung dalam Kubah Masjid Al-Aqsa.


sumber http://www.noblesanctuary.com/whharam.jpg


sumber http://bebaskan-alaqsa.tripod.com/sitebuildercontent/sitebuilderpictures/posterv1.jpeg

DOME OF THE ROCK

sumber http://www.wondermondo.com/Images/Asia/Israel/Jerusalem/AlAqsa.jpg

Kubah Masjid Al-Aqsa berwarna perak yang tersusun dari lapisan timah. Berbeda dengan Kubah Batu yang mencerminkan arsitektur Byzantium klasik, kubah Masjid Al-Aqsa menunjukkan ciri arsitektur Islam awal. Kubah yang asli dibangun oleh Abdul Malik bin Marwan, namun sekarang sudah tidak ada lagi sisanya. Bentuk kubah seperti yang ada saat ini awalnya dibangun oleh Ali Azh-Zhahir dan terbuat dari kayu yang disepuh dengan lapisan enamel timah. Pada tahun 1969, kubah dibangun kembali dengan menggunakan beton dan dilapisi dengan aluminium yang dianodisasi sebagai ganti dari bentuk aslinya yaitu lapisan enamel timah yang berusuk. Pada tahun 1983, aluminium yang menutupi bagian luar diganti lagi dengan timah untuk menyesuaikan dengan desain asli Azh-Zhahir.

Penulis : Bogy Rizky G. , Berfian Heppy L., Hardhian Surya A.P., Joshua P. Lukman Agung P. (XI IPA 4)