NEOKLASIK DAN ROMANTISME

1. NEOKLASIK
J.L. David merupakan pelopor aliran Neo-Klasik, dimana lukisan Neo-Klasik bersifat Rasional, objektif, penuh dengan disiplin dan beraturan serta bersifat klasik.
Ciri-cirinya Lukisan Neo-Klasik :
a. Lukisan terikat pada norma-norma intelektual akademis.
b. Bentuk selalu seimbang dan harmonis.
c. Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis.
d. Raut muka tenang dan berkesan agung.
e. Berisi cerita lingkungan istana.
f. Cenderung dilebih-lebihkan.
Ciri – ciri arsitektur Neo – Klasik :
a. Bentuk yang simetris
b. Kolom – kolom tinggi yang menopang tinggi bangunan
c. Pediment segitiga
d. Atap berbentuk kubah
e. Kokoh, menjulang serta terlihat megah

Salah satu contoh karya pada zaman neoklasik :

Gambar 1

Judul : SUMPAH HORATII.
Karya : Jacques Louis David
Tahun : 1784
Lukisan ini menggambarkan Horatius , bapak yang berdiri di tengah ruangan sedang mengangkat sumpah tiga anak laki-lakinya yang bergerombol di kiri, sementara anak perempuannya menangis di sebelah kanan. Lukisan ini digunakan untuk mendidik, menanamkan kesadaran anggota masyarakat atas tanggung jawabnya terhadap Negara.

2. ROMANTISME
Romantisme merupakan gerakan intelektual, sastra dan seni yang berkembang di Eropa dan Amerika pada akhir abad 18. Puncaknya sekitar 1800-1850. Romantikisme tidak dapat diidentifikasi semata berdasarkan gaya, teknik atau pendirian. Dalam senilukis, romantikisme biasanya disifati oleh pendekatan sangat subjektif, imajinatif dan sangat emosional.
Ciri-Ciri Lukisan Romantisme :
a. Lukisan mengandung cerita yang dahsyat dan emosional.
b. Penuh gerak dan dinamis.
c. Warna bersifat kontras dan meriah.
d. Pengaturan komposisi dinamis.
e. Mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan.
f. Kedahsyatan melebihi kenyataan.
Ciri – ciri arsitektur Romantisme :
a. Sering menampakkan kebesaran
b. Bangunan berbentuk tegak lurus dan terlihat kuno
c. Gaya-gaya yang digunakan bersifat klasik
d. Banyak menggunakan hiasan-hiasan antik mulai dari interior dan eksterior

Salah satu contoh karya pada zaman romantisme :

Gambar 2

Judul : The Massacre at Chios
Karya : Eugène Delacroix
Tahun : 1824
Lokasi : Louvre, Paris
Tinggi Lukisan : Sekitar 4 meter
Lukisan ini menggambarkan beberapa kengerian sesudah terjadi perang dan pembantaian di Chios. Di dalam lukisan ini ditampilkan penderitaan karakter, militernya, penyakit dan kematian pada waktu itu. Dalam lukisan ini menggambarkan rasa keputus-asaan dan kehancuran. Eugène Delacroix menggunakan lukisan ini menarik simpati penjajah brutal pada waktu itu agar penjajah brutal tidak bertindak semena-mena.

Penulis : Astria Ricki Dwi Fauci Putri Maya Puspita Winda Sukma R
Astriana Widiastuti Putri Wening P
Rizky Aristana M Intan Kumalasari

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s