03-154

Penggolongan Motif Batik Nusantara Secara Umum

Dahulu, batik dikenal sebagai pakaian khusus untuk lingkungan keraton. Bahkan, ada motif batik tertentu yang tidak boleh dikenakan oleh orang luar keraton.

Pada masa penjajahan, terjadi pertukaran budaya. Orang-orang Belanda yang tinggal di Indonesia harus beradaptasi dalam soal pakaian. Karena itu, banyak orang Belanda yang mengenakan celana pangsi dengan motif batik.

Selain tertarik untuk mengenakan pakaian berupa batik, ada beberapa warga negara Belanda yang sangat berminat untuk mengembangkan usaha batik. Tak mengherankan jika banyak dari mereka yang lebih hafal dan mengerti mengenai motif-motif batik nusantara, dibanding orang pribumi.

Para pengusaha batik asal Eropa itu memang memiliki kreasi motif batik dengan ciri khas tersendiri. Tetapi, mereka juga mempelajari tentang seluk beluk motif batik nusantara yang terdapat di pulau-pulau di Indonesia.

Berikut beberapa motif batik di Indonesia

1.MOTIF BATIK PESISIR


Motif-motif batik pesisir sangat diminati oleh kaum Indo-Eropa (warga negara Eropa yang tinggal di Indonesia). Batik Prankemonan dan batik Pastromanan merupakan batik-batik pesisir yang dikelola oleh kaum Indo-Eropa.

Motif batik pesisir memiliki banyak corak, yaitu berupa motif rengrengan besar, motif bangau, bebek ngoyor, bunga teratai, dan sepasang cendrawasih.

Warna batik pesisir tidak sekadar cokelat atau soga, tetapi berwarna-warni seperti merah, kuning, hijau, dan biru. Warna yang segar inilah yang membuat batik pesisir semakin diminati.

2.Motif Batik Keraton

Batik-batik yang cantik ini pada mulanya diciptakan di keraton. Pakaian ini biasa dikenakan pada acara adat dan upacara kerajaan.

Batik-batik ini tidak dibuat secara sembarangan. Pada proses pembuatannya, selain memerlukan ketekunan yang tinggi, masing-masing motif batik juga memiliki makna folosofi yang sangat dalam. Karena itulah, seperti yang telah disebutkan di awal, ada beberapa motif batik yang tidak boleh dikenakan oleh orang di luar keraton. Motif-motif itu adalah motif Parang Rusak, Parang Barong, dan Udan Liris.

3. Motif Batik Cina

Motif-motif batik pesisir tidak hanya dipengaruhi oleh corak Belanda, tetapi juga dipengaruhi oleh motif Cina. Ciri khas dari batik motif Cina ini adalah isen-isen (hiasan pengisi latar) yang padat.

Motif-motif yang terdapat pada batik ini adalah motif burung Hong, motif Kilin, motif Kura-kura, motif Naga, dan masih banyak lagi. Masing-masing motif memiliki makna yang berbeda.

Nama-nama pengusaha batik Cina Peranakan antara lain Oey Soe Tjoen (1901-1975), The Tie Siet (membuka usaha batik pada 1920-1950an), Oey Soen King (kelahiran tahun 1861), Oey Kok Sing, dan Oei Khing Liem (yang membuka usaha batik tahun 1910).

Motif-motif pada batik Cina Peranakan adalah motif pagi sore, motif buket bunga peony, motif bangau mencari kutu, motif buket bunga soka latar kawatan, dan motif jagad manuk.

4. Motif Batik Jawa Timur

Jawa Timur menyimpan 1.001 macam batik yang tersebar di seluruh daerah. Batik-batik itu memiliki keanekaragaman motif yang sangat mengagumkan. Setiap daerah di provinsi ini memiliki motif batik dengan ciri khas yang berbeda-beda.

Di Bangkalan, motif batik diberi nama berdasarkan motif pengisinya. Batik Sisik Amparan, berarti motif pengisinya berupa bentuk yang menyerupai sisik ikan yang terhampar di seluruh permukaan. Sisik Bulu, berarti bagian dasar motif batik ini berupa sisik yang berbulu.

Motif batik yang terkenal dari Bangkalan ini adalah motif Kembang Melate, motif Sekoh, motif Thong Centhong, motif Kupu-Kupu, dan motif Koceng Arenduh.

Lain Bangkalan, lain pula motif batik Banyuwangi. Di provinsi ini terdapat 21 motif batik, di antaranya adalah motif Gendo Biru, motif Galaran, motif Blarak Semplah, dan motif Padas Gempal Banyuwangi.

Meskipun batik Blitar masih dalam tahap pengembangan, daerah ini sudah memiliki beberapa motif batik. Motif-motif di daerah ini lebih banyak tampil dalam warna yang lembut. Bisa dipastikan, tidak lama lagi Blitar akan memiliki lebih banyak motif batik, sebab, saat ini banyak perajin batik Blitar yang sedang menimba ilmu tentang perbatikan di daerah Bantul, Yogyakarta.

5. Motif Batik Kalimantan

Batik Kalimantan terkenal dengan nama sasirangan. Pada dasarnya, kain ini merupakan kain tenun tradisional yang motif-motifnya sama sekali berbeda dengan motif batik di daerah Jawa. Bahkan, hingga saat ini terdapat dua perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan sasirangan adalah batik khas Kalimantan, ada juga yang berpendapat bahwa sasirangan berbeda dengan batik.

Motif-motif batik di Kalimantan Selatan (yang lebih dikenal dengan sebutan kain sasirangan) meliputi motif dengan gambar-gambar abstrak. Dan motif batik di Kalimantan Tengah (yang dikenal dengan sebutan batik Benang Bintik), meliputi motif Elang, motif Balanga, dan motif Batang Garing.

6. Motif Batik Sulawesi

Selama ini, batik identik hanya milik Jawa. Jangan salah. Indonesia Timur pun memiliki motif batik tersendiri. Bahkan, motif-motif batik yang ada di Indonesia Timur memiliki ciri khas yang sangat unik. Salah satunya adalah motif batik Sulawesi.

Batik di Sulawesi Selatan memiliki motif batik Toraja, Makassar, dan Bugis. Batik-batik ini dibuat menggunakan teknik yang sama persis dengan pembuatan batik di daerah Jawa.

Sebaliknya, batik-batik di Sulawesi Tengah menggunakan bahan baku yang didatangkan dari Jawa. Sentra pembuatan batik di daerah ini terutama berada di Palu. Motif-motif batik yang diciptakan di Palu adalah motif ukiran rumah adat, motif resplang, motif burung maleo, motif bunga cengkeh, dan motif bunga merayap.

7. Motif Batik Papua

Corak dan motif batik Papua sangat diminati oleh turis lokal dan mancanegara, lho. Hal ini terjadi karena motif batik Papua benar-benar memiliki ciri khas tersendiri. Motif asmat dan motif patung pada batik Papua tampak sangat berbeda dari batik-batik yang dimiliki daerah lain.

Sedangkan, motif cicak, motif buaya, dan motif berupa lingkaran-lingkaran besar adalah beberapa motif yang digunakan karena merupakan simbol keramat bagi masyarakat Papua.

8. Motif Batik Nusa Tenggara


Motif batik yang terkenal dari Nusa Tenggara adalah batik Sasambo. Sasambo kependekan dari Sasak Samawa Mbojo, yang merupakan batik resmi di Nusa Tenggara Barat.

Motif batik Sasambo dominan corak geometris. Ada bentuk segitiga, bujursangkar, juga garis-garis berornamen.

Di Nusa Tenggara Timur, pada setiap pulau juga memiliki batik dengan motif tersendiri. Di Pulau Rote, motif daun adalah motif batik yang paling terkenal. Sementara, di Pulau Sumba, motif batik yang paling khas adalah motif hewan.

Batik-batik di Nusa Tenggara ini merupakan batik tenun. Cara pembuatannya ada yang sama dengan teknik pembuatan batik Jawa, ada juga yang berbeda.

9. Motif Batik Bali


sumber foto : http://anaimania-blog.blogspot.com/2012/06/cinta-indonesia.html
Konon, batik Bali banyak dipasok dari tanah Jawa. Namun, Bali juga memiliki batik khas yang tidak ada atau tidak bisa diproduksi di daerah lain karena menggunakan teknik pembuatan yang sangat sulit.

Motif-motif batik Bali antara lain adalah motif batik Alas Nagari dan motif batik Pagi Sore.

About these ads

10 comments on “Penggolongan Motif Batik Nusantara Secara Umum

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s